Tampilkan postingan dengan label Lampung selatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lampung selatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Juni 2014

BLHD Lamsel Ciptakan Sekolah Adiwiyata

Lampung Selatan, BP
    Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Lampung Selatan mensosialiasikan tata cara pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik guna mendukung pembangunan berkelanjutan.
    Sosialiasi program Adiwiyata atau sekolah peduli dan berbudaya lingkungan yang dilakukan BLHD ditujukan kepada pengelola sekolah mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan tingkat SMA, yang dinyatakan layak untuk menerapkan program Adiwiyata.
    Menurut Kepala BLHD Lamsel Parluhutan Marpaung, peserta yang ikut sosialisasi untuk sementara adalah sekolah - sekolah yang telah dipilih sesuai kreteria dalam program Adiwiyata. Namun menurutnya, ke depan program tersebut akan diterapkan di seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Lampung Selatan.  "Tujuan program Adiwiyata ini adalah untuk mewujudkan warga sekolah yang bertanggungjawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan," ujar Parluhutan, saat ditemui usai acara Sosialisasi Program Adiwiyata, di Kantor BLHD, Kamis (26/6.
    Dijelaskannya, adapun pengertian dari Adiwiyata adalah suatu tempat yang baik dan ideal guna memperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma, serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup dan cita - cita pembangunan yang berkelanjutan. "Inti dari program ini sendiri untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bukan hanya sebagai tempat belajar bagi siswa saja. Tetapi untuk menjadikan siswa itu sendiri menjadi sehat dengan adanya kenyamanan, kebersihan, dan keindahan di lingkungan sekolah. Jika lingkungan sekolah itu tidak nyaman, bersih maupun sehat, bagaimana siswa bisa nyaman untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM)," terangnya.
    Dia menambahkan, keikutsertaan sekolah dalam program Adiwiyata ini pada prinsipnya sukarela atau tidak diwajibkan. Baik untuk sekolah SD, SMP, SMA maupun SMK. Tetapi yang paling penting, lanjutnya, adalah niat, komitmen kepala sekolah serta adanya dukungan dari para guru dan warga sekolah lainnya. "Kami dari BLHD Lamsel berharap, dengan disosialiasikannya program Adiwiyata ini seluruh peserta dapat benar - benar menerapkannya di sekolah masing - masing dengan tujuan Kabupaten Lampung Selatan mampu meraih penghargaan Adiwiyata dari pemerintah pusat yang tahun ini sempat gagal diraih," pungkasnya. (Rdi)

Baca berita »
Sabtu, Juni 28, 2014| 0 komentar

Selasa, 24 Juni 2014

Rusak Gunung Raja Basa, Masyarakat Berang

  • Bakar fasilitas kantor, dan lempar security PT SERB ke laut

    BONGKARPOSTT.COM
        Ratusan masyarakat yang mengaku pejuang rakyat peduli Gunung Rajabasa melakukan aksi pembakaran fasilitas PT. Supreme Energy Rajabasa (SERB) berupa basecamp, tepatnya di Desa Sukaraja Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Selasa (24/6).



     Aksi pembakaran ini dilakukan sebagai bentuk penolakan keras dan kekecewaan terhadap pemerintah terkait akan dilakukannya pengeboran Gunung Rajabasa oleh PT. SERB.
        Berdasarkan pantauan Bongkar Post  di lapangan, ratusan massa berkonvoi mengendarai kendaraan roda dua dan mobil truck dengan memakai ikat kepala dan lengan berwarna putih. Selain itu massa juga membawa senjata tajam seperti bambu runcing, parang, golok, mendatangi basecamp PT. SERB. Setiba di lokasi, ratusan massa langsung berbuat anarkis dengan melempari pos security, serta membakar fasilitas - fasilitas yang ada di lokasi.
        Meskipun aparat kepolisian Polres Lamsel yang sebelumnya sudah berjaga - jaga untuk melakukan pengamanan di lokasi seolah melakukan pembiaran dan tidak dapat berbuat apa - apa guna menghindari bentrokan massa.


        Salah satu massa menegaskan, aksi massa ini dilakukan sebagai bentuk penolakan keras masyarakat terhadap pengeboran Gunung Rajabasa yang akan dilakukan PT. SERB. Dimana masyarakat tidak akan membiarkan Gunung Rajabasa dirusak apalagi sampai dilakukan pengeboran. "Tidak ada negosiasi apapun terhadap Gunung Rajabasa, membela Gunung Rajabasa merupakan kewajiban kami pejuang rakyat," tegasnya yang tidak mau menyebutkan identitasnya.
        Setelah melakukan pembakaran, massa juga menempelkan spanduk yang bertuliskan "Lokasi PT. SERB ini telah dikuasai oleh masyarakat adat leluhur Lampung,". Setelah itu massa langsung meninggalkan lokasi dan terlihat kumpul di Desa Canti Kecamatan Rajabasa.
        Mendapat kabar massa yang akan menuju lokasi kantor PT. SERB yang berada di daerah Patriot Kelurahan Kalianda, petugas langsung berjaga - jaga di lokasi kantor yang selama ini digunakan.
        Kapolda Lampung Brigjen Pol Heru Winarko saat meninjau lokasi tersebut pasca kerusuhan terjadi, sangat menyayangkan aksi para demonstran yang anarkis. "Ini sangat disayangkan, ini bukan penyelesaian," ungkapnya saat melakukan tinjauan di lokasi pasca kerusuhan.
        Lebih lanjut dikatakannya, bahwa polisi telah menerjunkan sejumlah pasukannya, namun karena jumlah massa yang lebih banyak sehingga massa mampu merangsek masuk dan melakukan tindak anarkis. "Kita sudah siapkan pasukannya, tadi kita terjunkan sekitar 150 personil," bebernya.
        Ia juga menuturkan, bahwa sebelumnya pihaknya telah menghimbau PT. SERB untuk membuat kantor dengan Plan Protection yang baik tapi nampaknya himbauan tersebut tidak diindahkan oleh PT. SERB. "Kita telah himbau sejak setahun lalu agar kantornya dipagar yang rapat serta pemasangan alat CCTV harus siap, namun tampaknya hal ini tidak dilakukan oleh pihak PT. SERB," tegasnya.
        Ia juga menghimbau masyarakat untuk selalu mengedepankan musyawarah untuk menyelesaikan masalah. "Ya sesuai tradisi kita, selalu kedepankan musyawarah dan jangan selalu menggunakan emosi," tutupnya.
        Sementara itu, Kapolres Lamsel AKBP Bayu Aji menerangkan, bahwa pihaknya telah mengantisipasi hal ini, namun diakuinya aksi massa memang diluar kendali. "Kita sudah antisipasi sebelumnya, tapi memang para masyarakat yang datang tadi ada yang dipengaruhi oleh alkohol sehingga tidak dapat dikendalikan emosinya," terangnya.
        Ia juga membeberkan, bahwa pihaknya akan melakukan tindakan tegas terhadap para massa yang diketahui melakukan tindakan anarkis. "Untuk saat ini kita sedang melakukan penyidikan lebih lanjut, apabila diketahui pelaku yang melakukan aksi pengerusakan maka tentu saja ini melanggar hukum dan kita tidak segan - segan untuk menindaknya," tandasnya.
        Selain itu ditempat yang sama, menurut salah seorang petugas keamanan PT. SERB yang berjaga dilokasi tersebut mengungkapkan, bahwa ada sekitar 10 orang security dan tujuh orang tokoh masyarakat yang berjaga pada saat itu. "Sekitar jam sebelasan kejadiannya, kami tidak menyangka kalau massa akan berbuat seperti itu, bahkan kalau tadi saya tidak lari mungkin saya sudah dihajar juga mas, tadi aja kawan saya ada yang dibuang ke laut," ujarnya. (Rdi)

Baca berita »
Selasa, Juni 24, 2014| 0 komentar