Tampilkan postingan dengan label Berita Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Daerah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 September 2014

Warga Padati Rekonstruksi Pembunuhan Ispandi Sekeluarga

BONGKARPOSTT.COM
Polres Tanggamus menggelar rekonstruksi pembunuhan Ispandi sekeluarga. Menurut Pj Kasat Reskrim Iptu Syahrial, rekonstruksi ini dilakukan untuk menambah proses penyidikan yang selama ini telah dilakukan. Rekonstruksi tersebut digelar di rumah Ispandi di Pekon Landbaw, Kecamatan Gisting. "Dalam rekonstruksi ini kami ingin mengetahui runtutan para pelaku melakukan tindak kriminalnya," kata Syahrial, Selasa (9/9).
Kemudian untuk mengamankan pelaksanaan rekonstruksi pembunuhan Ispandi sekeluarga, sambung Syahrial, Polres Tanggamus telah mengerahkan sebanyak 180 anggota Polres Tanggamus. “Jumlah tersebut bagi anggota yang mendapatkan surat perintah, selebihnya ada anggota lain yang turut menjaga lokasi dari berbagai kesatuan,” ujarnya.
Selain kepolisian, anggota Sat Pol PP, hansip Pekon Landbaw, Kecamatan Gisting juga ikut berpartisipasi untuk mengamankan lokasi. Meski ratusan aparat berjaga, namun mereka kewalahan karena banyaknya warga yang datang menonton. Bahkan setelah rekonstruksi dan membawa tiga tersangka keluar dari tempat rekonstruksi, polisi menunggu waktu yang tepat. Meski akhirnya bisa dibawa dengan penjagaan yang berlapis.
Ada 30 adegan yang diperagakan dalam rekonstruksi pembunuhan Ispandi sekeluarga tersebut. Menurut Pj Kasat Reskrim Iptu Syahrial, adegan itu sesuai penyidikan di berita acara pemeriksaan (BAP). "Para tersangka hafal semua adegan yang mereka lakukan, tidak ada masalah proses rekonstruksinya," kata Syahrial.
Ia menjelaskan, dari para tersangka dalam melakukan pembunuhan, mengesankan mereka bukan pembunuh, namun mereka melakukan cara bagaimana menghabisi saja.
Kemudian, dari hasil penyidikan dan rekonstruksi, tetap disimpulkan bahwa kasus ini kriminal murni. Adapun otak pembunuhan adalah Endang dan Hendra.
Selain itu, ratusan orang membanjiri tempat rekonstruksi pembunuhan Ispandi sekeluarga. Mereka umumnya dari warga Kecamatan Gisting dan sekitarnya, yang ingin melihat bagaimana rekonstruksi dan melihat langsung para pelakunya. "Pengen liat aja seperti apa pembunuhnya. Kalau sudah liat kan puas," kata Aris, warga setempat.
Namun upaya mereka terhalang puluhan polisi yang berjaga di sekeliling rumah. Polisi berjaga supaya rekonstruksi dapat berlangsung lancar.
Belasan pedagang makanan keliling pun ikut memanfaatkan momen rekonstruksi pembunuhan Ispandi untuk berjualan. Bagi pedagang, hal ini merupakan kesempatan, karena puluhan orang berkerumun yang tentunya mereka merasakan haus dan lapar. (Ar)

Baca berita »
Selasa, September 09, 2014| 0 komentar

Bupati Mesuji Siap Tindak Tegas PNS Malas

ilustrasi pns malas
BONGKARPOSTT.COM
Disiplin merupakan sebuah keharusan bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS). Hal ini pula yang selalu ditekankan oleh Bupati Mesuji, Khamami pada setiap PNS di lingkup Pemerintah Kabupaten Mesuji. Tak bosan dirinya mengingatkan akan pentingnya sebuah kedisiplinan dan kerja keras dalam menjalankan tugas.
Namun, realitanya masih saja ada pegawai yang malas dan tidak disiplin meski sudah berulang kali diingatkan. Seperti pegawai yang sering membolos ataupun datang terlambat ke kantor.
Menyikapi hal ini, Khamami akan melakukan rotasi, baik itu pejabat maupun staf. "Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kedisiplinan pegawai, sesuai dengan PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil dan Peraturan Kepala BKN Nomor 21 Tahun 2010 tentang Ketentuan Pelaksanaan PP Nomor 53 Tahun 2010," terangnya.
Dengan demikian, PNS yang melanggar disiplin akan diberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku, antara lain berupa teguran secara lisan, tertulis, penundaan kenaikan pangkat, penurunan pangkat, bahkan diberhentikan secara terhormat dan tidak terhormat. Langkah ini akan dilakukan guna memotong mata rantai kemalasan PNS di Kabupaten Mesuji. "Pegawai yang malas akan kami tindak, tidak pandang bulu, saya sudah ingatkan berulang kali. Jika nanti dibiarkan yang lain akan ikut-ikutan malas juga," tegasnya.
Dirinya juga mengingatkan bahwa sebagai pelayan masyarakat, wajib untuk memberikan pelayanan yang terbaik. "Rotasi jabatan serta evaluasi terhadap kinerja dan kedisiplinan para pegawai akan dilakukan, apalagi sekarang juga sudah diterapkan absen kejujuran. Jika masih tidak disiplin, maka jangan salahkan Pemda jika nantinya memberikan sanksi, tapi koreksilah diri sendiri," pungkasnya. (dam/jai)

Baca berita »
Selasa, September 09, 2014| 0 komentar

Pemkab Galang Kerjasama Cegah Faham ISIS Meluas

BONGKARPOSTT.COM
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah (Lamteng) menggalang kerjasama dengan berbagai pihak yang terkait, dalam upaya mencegah menyebarluasnya faham gerakan Islamic State Of Iraq and Syiria (ISIS) di Kabupaten Lamteng.
"Pertemuan ini diadakan sebagai upaya kita (Pemkab Lamteng) untuk merangkul segenap unsur yang ada, guna menyamakan persepsi dan langkah mencegah menyebar luasnya faham gerakan ISIS di Kabupaten Lampung Tengah," kata Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Lamteng Drs. Genta Surimuda, mewakili Bupati Lamteng Achmad Pairin.S.Sos.
Genta mengatakan, adapun langkah yang dikedepankan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah melalui Kantor Kesbang dan politik adalah bekerjasama dengan Unsur Pimpinan Daerah Kabupaten Lamteng, MUI serta FKUB. "Kita adakan langkah-langkah yang sipatnya persuasif melalui musyawarah dan pertemuan pertemuan keagamaan guna meluruskan persepsi masyarakat dan memberi pemahaman tentang bahaya faham Gerakan ISIS bagi persatuan dan kesatuan serta kebhinekaan bangsa," kata Genta lagi.
Acara yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Kalirejo Senin (8/9) itu dihadiri oleh Kementrian Agama Kabupaten Lamteng, Kejari Gunung Sugih, DPRD Kabupaten Lamteng, Kapolres Lamteng yang diwakili oleh Kasat Intel Polres, Organisasi kemasyarakatan FKUI, FKUB dan FKMD Kabupaten Lamteng, MUI Lamterng, Pemerintah Kecamatan Kalirejo beserta pemuka adat, agama, pemuda dan masyarakat. (Rendra/Beni)

Baca berita »
Selasa, September 09, 2014| 0 komentar

Baru 2 Bulan Selesai, Jalan Mulai Rusak Lagi ?

BONGKARPOSTT.COM
Pembangunan jalan di Lampung Utara, tepatnya perlintasan menuju Dusun Sidorejo ke Dusun Sukamaju sepanjang 2 km yang baru saja selesai dikerjakan, kini malah sudah mengalami kerusakan. Dan beberapa titik dalam kondisi rusak parah. Demikian dikatakan Sungkono, salah satu warga setempat.
Menurut keterangannya, jalan tembus itu pengerjaannya baru selesai dua bulan lalu. “Jalan ini rusak karena kurang aspal, sehingga batu - batu bertaburan lepas dari aspal,” ujar dia menduga.
Dikatakannya, proyek tersebut juga tidak diketahui siapa rekan pelaksananya, karena tidak ada papan nama proyek sehingga tidak diketahui volume pekerjaan yang dikerjakan oleh kontraktor tersebut.
Sungkono berharap, dinas terkait dapat mengecek pekerjaan tersebut dan menindaklanjutinya agar jalan tembus itu bisa segera diperbaiki. “Orang usaha mau dapat hasil, tapi ya jangan begini parahnya, sing wajar wajar wae,” katanya sambil tertawa sinis. (met/nal)

Baca berita »
Selasa, September 09, 2014| 0 komentar

DPKH Tulang Bawang Pastikan Stok Hewan Kurban Cukup

BONGKARPOSTT.COM
Menjelang hari raya Idul Adha, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Tulangbawang pastikan stok hewan kurban tercukupi. Hal tersebut berdasarkan hasil peninjauan DPKH Tulangbawang di sejumlah lokasi penjualan dan peternak hewan sapi di 15 kecamatan di Tulangbawang.
Kepala DPKH Tulangbawang Mirza Halim mengatakan, menjelang hari raya Idul Adha mendatang DPKH Tulangbawang telah melakukan kros cek di lapangan.
Menurut Mirza, tujuan dari kros cek lapangan tersebut guna melihat perkembangan dan kondisi hewan di setiap peternak hewan sapi dan kerbau yang ada di Tulangbawang. "Semuanya hewan - hewanya sehat tidak ada yang sakit ataupun kurus semua sudah layak untuk dijual bahkan semua hewan khususnya untuk kurban sudah kita berikan obat - obatan dan suntikan agar pada saat akan dikurbankan nantinya hewan tersebut benar - benar sehat," ujarnya, Senin (8/9)
Mirza menjelaskan,dari hasil kros cek dan peninjauan pihaknya di lapangan, semua hewan baik hewan kambing, sapi dan kerbau yang ada di para peternak sangat maksimal dan berkembang biak dengan sempurna. "Jadi otomatis saya pastikan untuk hewan kurban Idul Adha nantinya stok ke tiga hewan tersebut (kambing, sapi dan kerbau) sangat tercukupi untuk di Tulangbawang bahkan stok yang ada saja sangat banyak dan bisa dibilang melebihi target yang kita tentukan," jelasnya.
Mirza menambahkan, dengan tercukupinya stok hewan kurban di Tulangbawang tersebut, maka pihaknya menghimbau kepada seluruh masyarakat di Tulangbawang bagi yang akan membeli hewan kurban bisa mendatangi langsung peternak - peternak yang ada di 15 kecamatan di Tulangbawang. "Tidak perlu memesan di luar daerah lagi, semuanya sudah kami periksa dan semua hewan sangat baik dan sehat, dan bila perlu hewan kurban yang ada bisa kita jual ke luar daerah nantinya karena hewan kurban yang dimiliki para peternak kita sangat sehat jadi sangat layak untuk dikurbankan nantinya," pungkasnya. (Ris)

Baca berita »
Selasa, September 09, 2014| 0 komentar

Pemindahan Pasar Simpang Pematang Kondusif

BONGKARPOSTT.COM
Proses pemindahan sebagian pedagang Pasar Simpang Pematang dari pasar penampungan ke pasar Pemda (pasar baru) berlangsung kondusif. Hal ini terlihat dari pembongkaran toko yang berada di pasar penampungan oleh si pemilik toko tersebut. Kendati demikian masih banyak pedagang yang belum menempati pasar baru, namun pihak pengembang akan memberikan waktu hingga beberapa hari lagi kepada pedagang yang belum pindah untuk segera pindah ke pasar Pemda.
Dalam proses pemindahan ini, sebanyak 300 personil pengamanan diturunkan, diantarannya 100 personil anggota Polres Mesuji, 100 personil TNI Koramil Mesuji dan 100 personil Satuan Polisi Pamong Praja Mesuji
Kapolres Mesuji AKBP Trisna mengatakan, pihaknya hanya membantu pengamanan dalam proses pemindahan pedagang dari tempat penampungan sementara ke pasar Pemda. Tentunya untuk mencegah hal - hal yang tidak diinginkan.
Di sisi lain, Ir Fauziah, selaku pihak pengembang kepada Bongkar Post mengatakan, seluruh pedagang diminta untuk segera menempati ruko, toko dan hamparan. “Dan tentunya, pedagang harus melaksanakan kewajibannya untuk melunasi administrasi sesuai dengan MoU awal antara pihak pengembang dan pedagang,” ujarnya.
    Masih ditambahkan Fauziah, bagi pedagang yang akan pindah dan belum melunasi administrasi, tetap akan diberikan kunci, namun pedagang harus konsekwen dengan aturan main. “Artinya pedagang silahkan datang ke kantor PT Citra Kurnia Wawai untuk membuat perjanjian dalam proses pelunasan nantinya, namun jika pedagang masih tidak mau pindah, ya itu nantinya urusannya kepada masyarakat, karena mereka yang berwenang untuk lokasi lapangan tersebut,” jelasnya.
Dalam proses pemindahan ini, Khamaik, Bupati Mesuji pun ikut blusukan ke dalam Pasar Pemda untuk memantau proses pemindahan pedagang. Khamamik mengatakan, proses pemindahan pasar ini adalah untuk mengembalikan lagi lapangan Desa Simpang Mesuji untuk digunakan dalam acara pemuda, serta menyambut hari – hari besar, dan untuk tempat upacara bendera.
Ditambahkanya, proses penataan Desa Simpang Pematang ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 06 tahun 2012 tentang RTRW, dimana Desa Simpang Pematang akan dijadikan pusat perekonomian Kabupaten Mesuji. “Kita akan membentuk UPTD (unit pengamanan tehnik dinas) dibawah naungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk memberikan pelayanan masyarakat,” kata dia.
Selanjutnya, untuk HPL serta HGB, pihaknya mengacu kepada PP no. 40 tahun 1996 tentang Hak Guna Bangunan, hak ijin dan hak pakai. “Ya, HPL sedang dalam proses pembuatan dan untuk HGB itu kan haknya BPN, nantinya seluruh pedagang akan mendapatkan HGB dalam bentuk sertifikat untuk pedagang dan nantinya Camat Simpang Pematang akan membantu dalam proses pembuatan HGB nama masing - masing pedagang, tidak hanya itu kita juga akan membuat asuransi bangunan, ya nanti kita proses preminya, serta teknis-teknis keadaan bangunan tersebut,” bebernya. (dam/jai)

Baca berita »
Selasa, September 09, 2014| 0 komentar

Bupati Resmikan Bank Lampung Cabang Pringsewu

BONGKARPOSTT.COM
Bupati Pringsewu Sujadi meresmikan Kantor Kas Pelayanan Bank Lampung di gedung Kantor Bupati Pringsewu, komplek perkantoran Pemda Kabupaten Pringsewu, Gadingrejo, Selasa (9/9).
Peresmian kantor pelayanan yang dilengkapi dengan 1 unit ATM tersebut ditandai dengan prosesi pengguntingan pita oleh bupati  serta penandatanganan nota kerjasama antara Pemda Pringsewu dengan Bank Lampung terkait penggunaan Kartu Pegawai Elektronik (KPE). Acara tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa, Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu Idrus Effendi beserta para pejabat dan jajaran Pemda Kabupaten Pringsewu, serta Direktur Utama Bank Lampung Mangkoe Sasmito beserta jajaran direksi dan karyawan Bank Lampung.
Menurut Direktur Utama Bank Lampung, Mangkoe Sasmito, pembukaan kantor kas tersebut selain merupakan komitmen dan tekad Bank Lampung untuk selalu memberikan pelayanan dan kenyamanan kepada para nasabah, juga dalam rangka menambah jangkauan pelayanan. "Terkait program KPE, ini merupakan kepercayaan besar kepada Bank Lampung untuk mengelola pembayaran gaji PNS, disamping untuk mempermudah pemenuhan kebutuhan bertransaksi para PNS dengan mengurangi transaksi tunai," katanya.
Bupati Pringsewu dalam sambutannya mengatakan, dengan kehadiran Bank Lampung di kantor Pemda Pringsewu, memberikan makna yang strategis dalam upaya memberikan pelayanan yang terbaik untuk aktifitas roda pemerintahan di Pringsewu. "Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran direksi Bank Lampung yang telah membuat terobosan dengan mendirikan kantor kas pelayanan kas di Pemda Pringsewu ini," katanya.
Sujadi juga berharap Bank Lampung dapat memperluas lagi jaringan kantor di Kabupaten Pringsewu dan dapat berpartisipasi aktif dalam mendukung program Pemda Kabupaten Pringsewu dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pringsewu.
Sebelumnya, bertempat di halaman kantor pemda setempat, juga digelar upacara peringatan Hari Olaharaga Nasional (Haornas) ke-31. Upacara dihadiri jajaran pemerintah daerah, DPRD, dan muspida, serta diikuti para insan olahraga. Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan penghargaan dari Bupati Pringsewu kepada para pembina dan pelatih, serta para atlet berprestasi.
Sementara itu, membacakan sambutan tertulis Menteri Pemuda dan Olaharaga Roy Suryo, Bupati Pringsewu Sujadi yang bertindak sebagai pembina upacara mengatakan peringatan Haornas ke-31 tahun 2014 merupakan momentum yang tepat untuk membangun budaya olahraga. "Mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga merupakan slogan yang harus terus diimplementasikan secara benar kepada seluruh masyarakat. Dengan demikian, kita dapat membangun keolahragaan nasional dengan fondasi yang kokoh, yakni budaya olahraga yang tumbuh dan kuat, serta hidup sehat dan bugar dalam aktivitas keseharian," katanya. (jum/hms)

Baca berita »
Selasa, September 09, 2014| 0 komentar

Gorong - Gorong Peninggalan Orba Ambles

BONGKARPOSTT.COM
         Gorong-gorong peninggalan orde baru (orba) yang dibangun 30-an tahun silam yang berlokasi di perbatasan Dusun I dan Dusun II Kampung Sendangretno, Kecamatan Sendangagung, Kabupaten Lampung Tengah kini ambles. Amblesnya gorong-gorong tersebut selain faktor lapuk dan usangnya fisik bangunan karena dimakan usia, juga dipicu seringnya lalu lalang kendaraan bertonase tinggi yang melintasi jalur tersebut, sehingga tak mampu menahan beban berat.
     Untuk mengatasi hal tersebut, dengan mengandalkan dana swadaya murni dari masyarakat kini aparatur kampung bersama warga kedua dusun tersebut sedang giat - giatnya bergotong royong merenovasi gorong-gorong berukuran 8x1,5  meter yang tak jauh dari balai kampung setempat. Dengan amblasnya gorong - gorong tersebut memaksa pengendara roda empat dan roda dua harus dialihkan lewat jalur lain selama proses pembangunan berlangsung.
    Kepala Kampung Sendangretno, Ahmad Turmudi, menuturkan kepada Bongkar Post, bahwa gorong-gorong yang amblas tersebut benar peninggalan pendahulunya waktu memimpin kampung di zaman orba. Jadi cukup wajar jika gorong-gorong tersebut harus direnovasi dikarenakan sudah amblas.     Untuk itu pihaknya harus memutar otak untuk sesegera mungkin membangun kembali gorong-gorong yang dianggap vital tersebut. Walau diakuinya saat ini dana ADK telah habis dipergunakan di sektor lain, namun berkat swadaya murni dan donatur dari sejumlah warga kini pembangunan gorong-gorong tersebut sedang dalam proses pengerjaan.       
         Secara umum, sejak Ahmad Turmudi memimpin Kampung Sendangretno untuk periode kedua kalinya kini nampak jelas geliat pembangunannya, khususnya di bidang insfrastruktur jalan. Diakuinya, baru-baru ini Kampung Sendangretno menerima sambungan pengerasan / aspal jalan sepanjang 700 meter kearah Pondok Pesantren Al-Falah.
      Sejumlah warga mengaku senang dengan pengaspalan jalan tersebut seiring musim panen padi tiba, warga tak susah lagi untuk membawa pulang hasil panenannya karena kini jalannya telah mulus.  (Amien)

Baca berita »
Selasa, September 09, 2014| 0 komentar

Oknum Guru SMAN 2 Pringsewu Tampar Murid


BONGKARPOSTT.COM

Dunia pendidikan kembali tercoreng. Kali ini karena ulah Tapriyanto yang menampar Apdan, murid kelas X di SMAN 2 Pringsewu. Karena ulahnya, Tapriyanto diminta untuk membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya.
Uniknya, surat pernyataan yang ditandatangani oleh guru Bahasa Inggris tersebut, ternyata bukan untuk kali pertama. Tapi penyataan yang ditandatangani pada Selasa (2/9) kemaren itu merupakan pernyataan yang ketiga kalinya yang dibuat oleh Tapriyanto.
Riana Asliani, Wakil Kepala Sekolah SMAN 2 Pringsewu mengatakan, meski dirinya tidak mengetahui secara persis kejadiannya, namun ia membenarkan jika yang bersangkutan (Tapriyanto, red) membuat pernyataan serupa untuk ketiga kalinya. "Saya sendiri tidak tahu persis kejadiannya, dan bukan berarti saya membela Pak Tapriyanto, tapi memang benar ia membuat pernyataan yang dibuatnya Selasa lalu itu untuk yang ketiga kalinya," ujarnya yang diamini pula oleh Asep
Wakasek Bidang Humas.
Namun, baik Riana maupun Asep mengatakan jika 
Tapriyanto merupakan guru yang rajin di SMAN 2 tersebut. “Mungkin apa yang dilakukannya itu hilap saja. Sebenarnya Pak Tapriyanto merupakan guru yang rajin, mungkin itu karakter beliau atau beliau hilap saja," katanya.
Sementara, Tapriyono saat dikonfirmasi, mengaku sudah memohon maaf kepada yang murid korban tamparannya itu. Dan Tapriyanto pun mengaku jika dirinya memiliki darah tinggi. "Saya sudah memohon maaf kepada anak yang bersangkutan, begitu juga kepada kepseknya, dan mudah - mudahan ini menjadi pelajaran bagi saya,dan saya juga tidak akan mengulangi perbuatan tersebut, saya ini punya darah tinggi, jadi saya mohon maaf," tutur Tapriyanto. (Jum)

Baca berita »
Selasa, September 09, 2014| 0 komentar

Pedagang Pasar Baru Kedondong Keluhkan Mahalnya Biaya Rehab Los

BONGKARPOSTT.COM
    Puluhan pedagang sayur di Pasar Baru, Kecamatan Kedondong, Selasa (9/9) mengeluhkan soal biaya rehab los tempat berdagang, yang dinilai sangat mahal, tidak sebanding dengan kwalitas yang diharapkan. Hal itu terungkap, setelah  para pedagang menggelar pertemuan di rumah Ketua DPD APPSI (Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia) Kabupaten Pesawaran.
"Para pedagang ini menyampaikan aspirasi mereka ke kita. Beberapa permintaan mereka diantaranya kalau bisa biaya perehaban los tempat mereka berdagang sayur harganya lebih ringan, penataan losnya harus rapih sehingga para pedagang dan pembeli nyaman. Karena penataan yang sekarang ini semakin sempit. Selain itu kualitasnya agar lebih baik. Rencananya habis rapat ini kita mau nemui pihak UPT," ungkap Ketua DPD APPSI, Novrizal, kemarin.
      Dikatakannya, pada dasarnya para pedagang sayur di pasar tersebut merespon baik rencana perehaban los tersebut. Tetapi, realisasinya di lapangan tidak sesuai dengan janji. Bahkan jalan di pasar sekarang menjadi sempit hanya mencapai lebar kurang lebih 80 cm dari sebelumnya 1,5 m. "Sekarang sudah satu lajur atau 20 los yang sudah dibongkar pada Sabtu (6/9) malam Minggu lalu. Kalau sebelum dibongkar, satu lajur ada 12 los, sekarang 20 los, jadi semakin sempit. Sehingga teman-teman pedagang ini meminta kebijakan dari pemerintah melalui dinas terkait soal perehaban ini," jelasnya. 
    Nasiroh salah satu pedagang sayuran mengatakan setidaknya ada 30 pedagang yang sudah menyerahkan uang muka dengan pihak pengelola pasar. Dimana rata-rata uang yang telah disetor untuk biaya rehab tersebut mencapai Rp500 ribu. "Sejauh ini dari dinas belum ada pemberitahuan sebelumnya, artinya mereka mengumpulkan pedagang untuk rapat dan bermusyarawarah. Hanya, dari petugas UPT pasar bilang, segera setor uang untuk biaya rehab. Ya, kalau Rp1,5 juta kami merasa keberatan. Saya sendiri  sudah ngasih uang muka Rp1,3 juta Tetapi rata-rata mereka sudah ada yang kasih DP sebesar Rp500 ribu. Kami berharap kalau bisa biayanya dikurangi, syukur-syukur kalau biaya perehaban ini sama dengan pembangunan pertama sebesar Rp500 ribu," harapnya.
      Darmi pedagang sayuran lainnya menambahkan, sebelum masuk bulan puasa lalu, ada salah satu petugas UPT yang datang ke los memberitahukan soal rencana perehaban tersebut. "Memang waktu itu, sebalum puasa petugas dari pasar yang datang ke los. Katanya kalau mau lebih jelas datang ke kantor UPT. Rata-rata para pedagang sudah setor uang muka, mas.  Intinya kami para pedagang dengan dana untuk perehaban sebesar Rp1,5 juta itu kami merasa keberatan," keluhnya
        Sementara, petugas penataan dan kebersihan dari Dinas Pasar mengatakan, perehaban pasar bagi para pedagang sayur yang berjumlah 35 los tersebut akan ditambah menjadi 48 los. Dimana satu lajur terdiri dari 20 los dengan masing-masing ukuran los 1,5 x 1,5 meter. Sedangkan jalan diantara masing-masing los mencapai 1,5 meter.  "Tentunya kami dari Dinas Pasar akan mengayomi kepentingan para pedagang. Soal perehaban ini, saya rasa sudah musyawarah, saya hanya bertugas melaksanakan saja," ujarnya.
      Terpisah, Kepala Dinas Pasar Kebersihan dan Pertamanan (DPKP) Pesawaran Sutarno Ngegedek, akan memanggil Kepala UPTD Pasar Kedondong. Hal ini guna mengetahui permasalahan sebenarnya yang terjadi di lapangan.  "Nanti Kamis (11/9) kita panggil kepala UPT-nya, saya juga belum mengetahui adanya persoalan itu," singkatnya. (Rid)

Baca berita »
Selasa, September 09, 2014| 0 komentar

Minggu, 07 September 2014

Randis Kadis PU Ditembak ?

BONGKARPOSTT.COM
Kabar tentang adanya penembakan yang dilakukan orang tak dikenal, terhadap kendaraan yang diduga dipakai oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pesawaran, Lukmansyah, terjadi di Bandar Lampung, Sabtu (6/9) sekitar pukul 11.00 Wib, sempat mengejutkan. 
Namun, hingga berita ini diturunkan belum diketahui pasti apakah kendaraan yang diduga milik Kadis PU Pesawaran itu, kendaraan pribadi atau kendaraan dinas (randis). Dan apakah posisi mobil dalam keadaan berjalan atau berhenti, juga tentang ada tidaknya Kadis di dalam mobil naas itu. Begitupun dengan motif penembakan, hingga saat ini belum diketahui pasti motif penembak misterius tersebut.
          Berdasarkan keterangan sumber, pihaknya memastikan jika kendaraan yang ditembak itu milik Kadis PU Pesawaran. "Kejadiannya begitu cepat, sulit memprediksinya, kasus sepertinya langsung ditangani bagian kriminal khusus (krimsus) Polda, kalau mau lebih jelasnya hubungi saja anggota Krimsus," ujar sumber itu.
        Terpisah, Kabid Bina Marga PU Pesawaran, Zaenal Fikri membenarkan, jika pihaknya telah mendapat berita soal penembakan kendaraan Kadis PU. Sayangnya, Fikri belum dapat menjelaskan, jenis kendaraan yang diduga ditembak tersebut.     Termasuk, pihaknya juga belum mengetahui motif penembakan serta keadaan Kadisnya. "Saya sendiri baru mendapat sebatas informasi. Jadi saya belum dapat memberikan keterangan, karena saya ingin menghubungi pak Kadis gak enak," jelas Fikri dihubungi melalui via ponsel.   
Sementara, Kadis PU Pesawaran, Lukmansyah, belum bisa dimintai keterangan. Pasalnya, dihubungi berkali-kali, ponselnya tidak aktif.
        Dari informasi dan pembicaraan hangat di Pesawaran, peristiwa itu benar terjadi. Banyak yang menduga motifnya pasti  terkait masalah proyek yang ditangani Dinas PU setempat. Sebagian lagi menduga, peristiwa itu terkait dengan mencuatnya rencana rolling terhadap Kadis. (rid)

 Baca Juga :

Polda Selidiki Motif Penembakan Mobil Kadis PU

Baca berita »
Minggu, September 07, 2014| 0 komentar

DPRD Tubabar Minta Dishub Tertibkan Kendaraan Melebihi Tonase


BONGKARPOSTT.COM

DPRD Kabupaten Tulangbawang Barat meminta Dinas Perhubungan Kabupaten Tulangbawang Barat untuk menertibkan kendaraan angkutan yang melebihi tonase yang melintas di wilayah tersebut. Hal ini menyebabkan sejumlah ruas jalan di Tulangbawang Barat menjadi rusak parah.
Banyak kendaraan yang melebihi tonase melintas di jalan yang tidak sesuai dengan kelas jalan yang dilaluinya. Kendaraan bertonase besar tersebut mengangkut tebu, singkong, sawit dan komoditas hasil bumi lainnya.
Di wilayah utara, yaitu di Kecamatan Pagar Dewa, Lambu Kibang, Gunung Terang, Gunung Agung dan Kecamatan Way Kenanga, kondisi jalan sangat memprihatinkan. Selain jalan yang rusak parah, banyak indikasi premanisme yang menguasai lalu lalangnya kendaraan jenis fuso yang bermuatan mencapai puluhan ton.
Sayangnya, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi kabupaten setempat tidak bisa berbuat banyak karena Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat belum memiliki payung hukum yang kuat untuk menertibkannya. "Kita belum ada payung hukum yang kuat yaitu Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Bupati (Perbup). Yang menjadi acuan sekarang hanya surat edaran gubernur dan diteruskan oleh bupati, itu pun masih lemah," ungkap A. Hariyanto, Kepala Dishub Tuba Barat di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.
Ia mengaku, bahwa pihaknya juga bertanggungjawab atas persoalan ini. Tetapi, ada juga pihak terkait lainnya yang harus pula bertanggungjawab. "Yang jelas, aparat kepolisian, kami juga sudah koordinasi dengan mereka (Polres Tuba, red), mereka juga respon. Selain kepolisian juga ada satker-satker yang lain, misalkan Dinas PU, Dinas Tata Kota, dan lainnya," jelas dia.
Hariyanto menambahkan, pada penertiban angkutan melebihi tonase di wilayah Kabupaten Tubarat juga perlu perlengkapan pendukung seperti alat timbang angkutan yang bisa dibongkar pasang. "Yang terutama alat timbang, itu supaya kita tahu berapa lebihnya muatan kendaraan. Ini yang sedang kita garap untuk payung hukumnya nanti, dalam peraturan itu juga kita berupaya penetapan retribusi bagi kelebihan muatan seperti yang kita tetapkan dalan peraturan dan/atau kelas jalan. Jadi, nantinya selain melakukan penertiban, juga ada retribusi yang masuk ke pendapatan daerah," paparnya.
Sebelumnya, Anggota DPRD Tubarat meminta agar Dishubkominfo setempat untuk menertibkan kendaraan angkutan melebihi tonase kelas jalan. Sebab, dampak negatif pada kendaraan tersebut sudah cukup dikeluhkan, salah satu contoh jalan dua jalur di ibu kota kabupaten yang kian rusak parah dan jalan provinsi perlintasan wilayah utara Tubarat. "Kami minta Dinas Perhubungan mulai menertibkan kendaraan - kendaraan tersebut, sebab akibat ulah mereka (angkutan berat), banyak jalan di kabupaten ini yang rusak dan tidak sedikit yang mendekati rusak parah," ungkap Raden Anwar anggota DPRD Tubarat asal Demokrat.
Beni, panggilan akrabnya, menambahkan saat ini Pemkab Tubarat sedang giat-giatnya melaksanakan pembangunan terutama di bidang infrastruktur jalan dan jembatan, sehingga jangan sampai kerjaan yang sudah dilaksanakan tersebut dirusak oleh pemilik kendaraan dan pihak perusahaan yang tidak mau patuhi aturan. "Seharusnya mereka sadar dan ikut merawat hasil pembangunan yang ada, jangan hanya mementingkan pribadi lantaran ingin mendapat untung yang banyak, sementara hak masyarakat lain diabaikan dengan tindakan mengangkut barang melebihi tonase," kata dia.
Ruas jalan yang sudah semakin parah akibat kendaraan-kendaraan tersebut, yakni ruas jalan Provinsi Simpang Randu -Tajab, Panaragan -Tajab, Panaragan - Simpang PU, dan ruas jalan yang berada di Kecamatan Gunung Agung, Gunung Terang, Lambu Kibang, Pagar Dewa dan Kecamatan Way Kenanga. "Dishub jangan sampai terkesan acuh dengan tindakan mereka, Dishub harus tegas, bila perlu yang tidak mau patuh aturan, segala bentuk perijinannya dicabut," tegasnya.
Beni juga menambahkan, jika dalam minggu - minggu ini Dinas Perhubungan belum melakukan penertiban, maka DPRD dalam waktu dekat akan memanggil mereka untuk hearing masalah ini. "Kita akan mendengarkan apa kendala - kendala mereka di lapangan dan mencari solusi jalan keluarnya agar aturan tersebut benar - benar ditegakan," pungkasnya. (sam)

Baca berita »
Minggu, September 07, 2014| 0 komentar

Yayasan Syalom - Youngnak Beri Pengobatan Gratis di Pekon Sukoharjo

BONGKARPOSTT.COM
Yayasan Syalom bekerjasama dengan tim Youngnak asal Korea Selatan memberikan pengobatan gratis dan pelayanan anak di Pekon Sukoharjo III, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu. Adapun kegiatan tersebut dilaksanakan di balai pekon, pada Minggu siang (7/9) kemarin.
Sekitar 150 orang warga Pekon Sukoharjo III yang mendapatkan pengobatan gratis dari tim Youngnak asal Korea Selatan itu difasilitasi oleh Yayasan Syalom yang bergerak di bidang sosial.
Menurut perwakilan dari Yayasan Syalom yang memfasilitasi kegiatan, Joko Saptono, kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan pengobatan gratis kepada masyarakat. "Menolong masyarakat yang tidak mampu untuk mendapatkan pelayanan pengobatan secara cuma - cuma, disamping itu juga memberikan bantuan sumur bor," katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan, kegiatan pengobatan gratis dan pelayanan anak ini sudah berjalan selama 14 tahun di Indonesia. "Pengobatan ini keliling di setiap kabupaten se-Indonesia secara bergantian dan pelaksanaannya di setiap bulan Juli, Agustus dan September dalam setiap tahunnya," jelasnya.
Ia juga mengatakan, tim ini berjumlah 65 orang yang terdiri dari dokter spesialis penyakit dalam, kandungan, THT, gigi juga terdiri dari dokter umum, tenaga apoteker, tenaga mantri/perawat dan ditambah 7 orang penterjemah dari Yayasan Syalom.
Selain memberikan pelayanan pengobatan gratis kepada masyarakat. " Juga diberikan pelayanan anak dengan membagi-bagikan kaos, ice cream, pop corn/brondong jagung, foto keluarga gratis, balon gratis ditambah dengan pangkas rambut untuk dewasa dan anak-anak secara gratis juga," terang Joko.
Sementara, salah seorang warga pekon yang mendapatkan pengobatan gratis, Lilis mengatakan, dengan adanya kegiatan pengobatan gratis ini sebagai warga tentunya sangat senang sekali dengan kehadiran tim dari Youngnak asal Korea Selatan itu yang sudah memberikan pengobatan gratis.
Sementara, Kepala Pekon Sukoharjo III, Purwoko, mengatakan dengan adayan program pengobatan gratis dan pelayanan anak dari tim Youngnak asal dari Korea Selatan yang difasilitasi oleh Yayasan Syalom dapat membantu warganya. "Mereka sebagai warga tentunya sangat terbantu dengan adanya pengobatan gratis ini," jelasnya.
Di sisi lain, dia sangat mengharapkan adanya kegiatan seperti ini yang dilakukan oleh tim medis asal Kabupaten Pringsewu, karena menurutnya banyak tim medis yang memiliki SDM yang mumpuni dan kepedulian sosial yang tinggi. "Tapi kenapa mereka tidak melakukan kegiatan seperti ini, malah dilakukan oleh tim medis dari negara Korea Selatan yang telah datang jauh - jauh untuk memberikan pengobatan secara gratis," pungkasnya. (jon)

Baca berita »
Minggu, September 07, 2014| 0 komentar

Lagi – Lagi Jalan Wonogiri 1 dan 2 Rusak

BONGKARPOSTT.COM
    Kondisi jalan Wonogiri 1 dan 2 kembali rusak. Padahal jalan tersebut baru diperbaiki beberapa bulan ini. Tampak, batu mulai bertaburan dan berserakan padahal jalan ini masih dalam perbaikan.
Selain itu, di lokasi proyek, plang nama juga tidak terpasang, sehingga tidak dapat diketahui siapa yang mengerjakan perbaikan jalan. “Tidak ada plang nama jadi siapa yang mengerjakan tidak tahu,'' ujar Haryono salah seorang warga.
Warga berharap, dinas terkait dapat memperbaiki kembali jalan tersebut dan memasang papan nama proyek. “Dengan adanya plang proyek, pekerjaan ini bisa transparan, warga tahu siapa yang mengerjakan dan berapa nilai kerjaan tersebut,” ujarnya. (Met/Nal)

Baca berita »
Minggu, September 07, 2014| 0 komentar

Dandim Tanggamus Nilai ISIS Bentukan Intelijen Amerika

BONGKARPOSTT.COM
Hingga kini, di Kabupaten Tanggamus belum ada tanda-tanda adanya gerakan Negara Islam Irak dan Suriah atau yang sering disebut ISIS.
Komandan Kodim 0424 Tanggamus Letkol Inf Rusdian Parma menegaskan, bahwa gerakan ISIS atau Negara Islam Irak dan Suriah, sebenarnya hanya untuk memecah belah umat muslim di dunia dan Indonesia.
Sebab, menurut Rusdian, ISIS merupakan rekayasa bentukan intelijen dari Amerika, Inggris dan Israel. Ketiganya memanfaatkan gerakan kelompok Islam radikal di Timur Tengah. Lama - kelamaan karena berdalih mendirikan bentuk negara baru agama, maka usaha tersebut berhasil dan mendapat simpatik dari negara-negara lain. "Namun dibalik itu, sebenarnya mereka ingin memecah belah umat muslim di dunia termasuk Indonesia. Sebab nantinya umat muslim pasti menjadi terpecah karena perbedaan pandangan tersebut," kata Rusdian, Minggu (7/9).
Gerakan ISIS cenderung mengarah ke perbuatan terorisme, tindakan radikalisme dan itu tidak diajarkan dalam Islam. Itu dilakukan karena sebenarnya mereka ingin memecah belah umat muslim.
Sama halnya yang diungkapkan Ketua NU Tanggamus, Samsul Hadi, menyatakan bahwa gerakan ISIS bukan mencerminkan orang yang berahlak Islam, justru perbuatannya bertolak belakang dengan pandangan Islam itu sendiri.
Namun, untuk mengantisipasi adanya jaringan ISIS, Nahdlatul Ulama (NU) cabang Tanggamus ini akan membantu aparat penegak hukum dalam mendeteksi jaringan ISIS di kabupaten ini. "Kami akan membantu memberi informasi ke aparat keamanan dan penegak hukum jika ada jaringan ISIS masuk ke Tanggamus, sebab gerakan itu bersifat radikalisme," kata Samsul.
Ia mengaku, dalam Islam diajarkan menghargai perbedaan, dari mulai beda golongan, suku, bahkan sampai beda agama. Namun ISIS justru memaksakan sebuah paham dan itu pun tindakannya dengan kekerasan, bahkan sudah masuk ke pembunuhan massal. (Ar)

Baca berita »
Minggu, September 07, 2014| 0 komentar

DPRD Lamteng Miliki 6 Fraksi

BONGKARPOSTT.COM
Meskipun sempat molor sekitar 1,5 jam, rapat paripurna penetapan Fraksi DPRD Lampung Tengah tetap digelar, Jumat (5/9) pekan lalu. Dari jumlah total 50 anggota dewan yang ada, sebanyak 38 orang diantaranya hadir mengikuti sidang yang dipimpin Ketua DPRD Lamteng Achmad Junaidi Sunardi.
Pada rapat itu diumumkan pembentukan enam fraksi di DPRD Lampung Tengah. Fraksi Golkar yang terdiri dari Partai Golkar, Hanura, PPP dan PKPI menjadi satu fraksi dengan anggota paling banyak, yakni 13 orang. Disusul Fraksi Gerindra dan PDIP yang masing - masing memiliki 9 anggota.
Kemudian Fraksi Demokrat Amanat Nasional (Demokrat-PAN) dengan 8 anggota, fraksi PKS dengan 6 anggota, dan PKB dengan 5 anggota.
Ketua DPRD Lamteng Junaidi Sunardi mengatakan, setelah fraksi terbentuk, pihaknya akan mengirim surat ke fraksi - fraksi itu untuk mulai membentuk alat kelengkapan dewan dan pansus tata tertib. "Secepatnya AKD dibentuk supaya anggota bisa melaksanakan tugas - tugasnya," kata dia.
Pada saat rapat berlangsung, salah satu anggota dewan Syaifullah Ali mengusulkan kesepakatan membentuk Pansus untuk membahas tata tertib.
Anggota dewan yang lain, Raden Zugiri menyatakan tatib yang ada masih berlaku, tetapi menurut dia karena tatib itu copy paste tatib dewan periode 2004 – 2009, maka sudah kadaluwarsa. (Rendra/Beni)

Baca berita »
Minggu, September 07, 2014| 0 komentar

Wali Murid Tuntut Kepsek SMPN Taman Sari, Gedongtaan Mundur


 

BONGKARPOSTT.COM
        Ratusan wali murid bersama Komite Sekolah SMPN Taman Sari, Gedongtaan, Pesawaran, Jumat (5/9), sekitar pukul 10.30 Wib, mendatangi sekolah tersebut. Mereka menuntut agar Kepala Sekolah, Suhermiati segera hengkang dari sekolah tersebut. Suhermiati, dinilai arogan dan tidak transparan dalam pengelolaan dana BOS, BSM, serta  anggaran pada pelaksanaan proyek DAK 2014, tanpa melibatkan pihak Komite Sekolah. 
        Aksi sempat memanas, tatkala para pendemo yang merangsek ingin masuk ke areal sekolah, saling dorong dengan penjaga sekolah, yang berupaya menahan agar pendemo tidak sampai menerobos pintu pagar sekolah. Akibatnya, penjaga sekolah nyaris dihakimi massa, yang mulai tersulut emosinya.
        Kedatangan para pendemo yang tiba-tiba pada jam belajar itu, sontak mengundang para siswa yang langsung berhamburan keluar dari ruang belajar, menyaksikan kerumunan para orang tua mereka yang datang bergerombol menyatroni sekolah.
        Tidak itu saja, kedatangan para pendemo dibarengi juga dengan kehadiran sejumlah anggota DPRD Pesawaran, yang baru dilantik, diantaranya dari Paisaludin, Yudianto, dan Saipudin dari Partai Amanat Nasional (PAN), dan Agus Purnomo dari Partai Nasdem.
        Salah satu anggota Komite Sekolah setempat, Supriyadi, di sela-sela aksinya kepada sejumlah awak media memaparkan, pihaknya bersama wali murid menuntut agar Kepala Sekolah segera dicopot, karena selama dua tahun memimpin tidak pernah melibatkan komite, dan tidak transparan, bahkan cenderung "kocok bekem" dalam pengelolaan dana BOS, BSM dan anggaran lainnya. "Tidak ada pilihan lagi bagi kami, guna kelancaran dan kesinambungan pendidikan ke depan, kepsek harus keluar dari sekolah ini," tuntut para pendemo.
        Bahkan, Kepsek dimata para walimurid tersebut telah bertindak keterlaluan dengan ulahnya selama memimpin, yakni tidak menyerahkan cap stempel komite, kepada yang berhak. "Masa’ stempel komite sekolah selama ini kepsek yang pegang, ini kan aneh," ujarnya.
 Juga dalam pengerjaan proyek sekolah, sambung dia, selalu suami kepsek yang  mengerjakan. “Benar gak cara ini," tandasnya dengan emosi.
        Suhermiati sendiri, saat dimintakan komentar terkait tuntutan pencopotan dirinya, hanya pasrah dan menyerahkan sepenuhnya kepada kebijakan pimpinan Dinas Pendidikan setempat. “Saya sih pasrah aja mas, terserah maunya pimpinan saya aja, apalagi hanya soal jabatan," ucapnya enteng.
        Disinggung adanya indikasi penyimpangan yang disangkakan komite kepadanya, Suhermiati langsung membantahnya. Bahkan, dia balik menuding pihak komite sendiri yang melakukannya. "Apa tidak salah, setahu saya pihak komite sendiri yang melakukan penyimpangan, makanya saya sudah tidak percaya lagi," jawabnya.
        Terkait suaminya terlibat dalam pengerjaan proyek sekolah, ia mengakuinya. "Bagaimana tidak, habis ketika saya serahkan pengerjaannya pada komite, mereka tidak sanggup, jadi siapa yang salah disini," akunya membela diri.
        Terpisah, mewakili anggota DPRD setempat, Paisaludin, mengatakan akan merekomendasikan kepada pihak Pemkab terkait, untuk mencopot kepsek tersebut. Tidak itu saja, pihaknya juga akan berusaha memanggil Disdikbud untuk hearing terkait masalah tersebut. "Kita lebih mengutamakan kepentingan masyarakat banyak dan kelancaran kegiatan pendidikan ke depan, kalau lebih baik kepsek dicopot, kenapa tidak," pungkasnya.
        Ironisnya, dari aksi massa yang terjadi di sekolah itu, tidak ada pihak Disdikbud Pesawaran yang datang ke sekolah. Pihak Disdik seolah tutup mata, bahkan menganggap sepele atas keberadaan sejumlah wakil rakyat, yang ikut berupaya mendinginkan suasana, mencari solusi terbaik.
Pada saat perundingan antara walimurid dan pihak sekolah, tidak tampak satupun pihak Disdik. Alhasil, perundingan malah berujung deadlock.
Saat perundingan berlangsung, dihadiri beberapa orang anggota DPRD setempat, Kepsek SMPN Gedongtataan, Hasbi (Kepsek SMPN 2), Harun (Kepsek SMPN 1), Temon (ketua komite), Supriyadi Camat Gedongtataan, M. Iqbal Kades Taman Sari, Henri Dunan dan AKP Danci (Kapolsek Gedongtataan). (rid)


Baca berita »
Minggu, September 07, 2014| 0 komentar

Realisasi PBB Pesawaran “Bak Panggang Jauh Dari Api”

BONGKARPOSTT.COM
Ibarat pepatah “bak panggang jauh dari api”, kalimat inilah yang tepat menggambarkan kondisi realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pesawaran tahun 2014 ini. Khususnya, dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), yang hingga triwulan ke tiga baru mencapai 21,22 persen atau sekitar Rp394 juta, dari target Rp1,9 miliar.
Realisasi PBB tahun ini, membuat Bupati Pesawaran Aries Sandi Darma Putera tampak gerah. Ia pun langsung mengintruksikan kepada satuan kerja (satker) terkait untuk segera berkoordinasi dengan seluruh camat dan kepala desa (kades), dalam mensiasati, meningkatkan dan menggenjot realisasi pencapaian target pemungutan pajak dari sektor tersebut. Hal tersebut terungkap pada saat rapat koordinasi (rakor) di jajaran pemerintah kabupaten setempat, yang dipusatkan di aula kantor bupati.
Dan untuk menggenjot realisasi pendapatan tersebut, pihak pemda rencananya akan menerapkan aturan dalam mengurus dokumen yakni harus melampirkan bukti lunas PBB. "Melalui rapat koordinasi ini, saya minta kepada seluruh satker agar ekstra khusus dalam menyikapi kondisi hasil pendapatan. Dimana, realisasi pendapatan PBB masih jauh dari yang ditargetkan. Sesuai intruksi Bapak Bupati," kata Sekretaris Kabupaten Pesawaran, Hendarma.
Dia meminta, agar satker terkait, untuk berupaya optimal dalam mendorong dan meningkatkan realisasi PBB. Apa yang menjadi kendala, terlebih di lapangan, harus segera diselesaikan. "Salah satunya mungkin kita akan memperketat dalam setiap pengurusan dokumen agar melampirkan bukti lunas PBB," tandas Hendarma.
Selain itu, lanjut mantan Kepala Inspektorat ini, Pemerintah Kabupaten Pesawaran juga akan menurunkan tim terpadu untuk melihat kewajiban – kewajiban pihak pengusaha, baik menengah atau kecil. Dimana, tim terpadu yang akan dipimpinnya, yang terdiri dari para asisten, Dispenda, Dinas Pertambangan, Kantor Perizinan, Pol PP, Dinas Perhubungan, dan semua SKPD yang memiliki potensi dapat menarik PAD. "Karena salah satu pendapatan kita dari perizinan. Kalau tim terpadu sudah terbentuk melalui SK Bupati, saat ini kita tengah menyusun jadwal rencana turun ke lapangan, selain menginventarisir seluruh perusahaan -perusahaan yang ada di wilayah ini, sekaligus akan kita lihat semua kewajiban mereka," imbuhnya.
   Ditambahkan, Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Kabupaten Pesawaran, Vierdaizy, bahwa dalam rakor tersebut juga dimaksudkan untuk mengevaluasi dan berkoordinasi berbagai permasalahan dan kendala yang dihadapi satker dalam melaksanakan program - program pemerintahan setempat. "Selain itu, Bapak Bupati juga menghimbau untuk meningkatkan kedisiplinan pegawai yang saat ini sudah baik. Nah, terhadap masalah-masalah atau kendala itu, akan dievaluasi nantinya pada rakor berikutnya. Sudah sejauh mana satker telah menyelesaikan kendala tersebut. Bapak Bupati juga mengharapkan agar kasatker hadir langsung pada rakor tanpa diwakili oleh jajaran dibawahnya," pungkas Vierdaizi. (rid)

Baca berita »
Minggu, September 07, 2014| 0 komentar

Tulangbawang Tak Terima Bantuan Fisik dari Kemendikbud

BONGKARPOSTT.COM
Dinas Pendidikan Kabupaten Tulangbawang pastikan seluruh sekolah baik tingkat SD, SMP, SMA/MA dan SMK se Kabupaten Tulangbawang tidak menerima bantuan fisik dari Kementrian Pendidikan. Pasalnya, Kementrian Pendidikan telah menetapkan bahwa selama tahun 2014, Kabupaten Tulangbawang tidak bisa menerima bantuan apapun, termasuk bantuan fisik lantaran kabupaten tersebut dinilai telah mencapai Angka Partisipasi Kasar (APK).
Kepala Dinas Pendidikan Tulangbawang, M Firsada didampingi Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dedi Yanto mengatakan, berdasarkan surat edaran dari Kementrian Pendidikan, selama tahun 2014 seluruh bangunan sekolah baik SD, SMP, SMA/MA dan SMK di Tulangbawang tidak akan diperbaiki.
Menurut Dedi, hal tersebut disebabkan Kementrian Pendidikan tidak memberikan bantuan apapun kepada Tulangbawang seperti tahun - tahun sebelumnya. "Tahun ini seluruh bangunan sekolah SD, SMP, SMA /MA dan SMK tidak akan ada penambahan lokal maupun perbaikan lokal karena bantuannya tidak jadi diturunkan," ujarnya, Minggu (7/9).
Dedi menjelaskan, berdasarkan penilaian Kementriaan Pendidikan, Kabupaten Tulangbawang telah mencapai APK sehingga telah tercukupi dan dinilai layak seluruh bangunan sekolah yang tersedia.
Padahal, lanjut Dedi, di Tulangbawang belum mencapai APK lantaran di Tulangbawang masih banyak sekolah yang masih kekurangan ruang belajar (lokal) bahkan masih banyak lokal yang telah rusak dan harus diperbaiki dan direhap total.
"Seperti SDN 01 Menggala lebih banyak murid daripada lokalnya sehingga harus double sift belajar karena kekurangan lokal sebanyak 7 lokal, bukan hanya itu saja SMPN 03 Banjar Agung juga kekurangan 3 lokal, ditambah lagi sekolah lainnya sudah banyak yang rusak dan itu harus segera diperbaiki, jadi saya kira di Tulangbawang memang belum pas kalau dinilai telah mencapai APK karena masih banyak bangunan sekolah yang kurang dan harus direhap," jelasnya.
Dedi menambahkan, terkait permasalahan tersebut saat ini pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin agar Tulangbawang kembali mendapatkan bantuan fisik dari pusat. "Masih terus kami upayakan, meskipun belum menuai hasil yang jelas kami akan berupaya semaksimal mungkin agar kita kembali mendapatkan bantuan," tambahnya.
Untuk itu, Dedi berharap agar Kementriaan Pendidikan dapat mempertimbangkan keputusannya agar tahun 2015 mendatang Tulangbawang dapat kembali mendapatkan bantuan seperti tahun sebelumnya. "Kalau tahun 2014 ini sudah dipastikan Tulangbawang tidak akan menerima bantuaan apapun dari pusat, namun saya berharap tahun depan Tulangbawang kembali mendapatkan agar semua bangunan sekolah di Tulangbawang dapat segera direhap dan sekolah yang kekurangan lokal dapat tercukupi demi kemajuan dunia pendidikan di Tulangbawang," tukasnya. (Ris)

Baca berita »
Minggu, September 07, 2014| 0 komentar

Dugaan Penyelewengan ADD Bangun Jaya Jalan di Tempat

BONGKARPOSTT.COM
Dugaan penyelewengan Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2011 – 2012 di Desa Bangun Jaya, Kecamatan Tanjung Raya, Mesuji, jalan di tempat. Tidak ada tindak lanjut atas laporan tersebut oleh Inspektorat setempat. Warga desa pun ikut prihatin.
"Perbuatan kades kami ini tidak patut ditiru oleh kades lainnya, kami sebagai warga Bangun Jaya mengutuk perbuatan tersebut, semoga ada imbalan dibalik semua penyelewengan anggaran dana yang telah dilakukan dia," ujar warga setempat.
    Sebelumnya diketahui, Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2011 – 2012 di Desa Bangun Jaya tidak terealisasi sebagaimana mestinya sesuai aturan. Dana yang berkisar Rp60 jutaan lebih itu raib tanpa ada kabar beritanya. Hal itu terungkap dari Ketua Badan Perwakilan Desa setempat. "Masyarakat ingin dana tersebut direlisasikan, bukan diraibkan, itu dana pemerintah bukan dana pribadi, dan saya sudah laporkan masalah tersebut kepada Insektorat, namun tidak ada tindaklanjutnya,” ujar pria berinisial R ini.
Hingga sekarang, lanjut R, kepala Inspektorat telah berganti pun masih belum ada kejelasan tentang tindak lanjut dari kasus. Adanya dugaan penyelewengan ADD ini juga, kata R, sudah diketahui pihak Kejari Menggala. "Betul mas, masalah itu sudah ditangani pihak kejari dan belum lama ini saya diundang oleh pihak kecamatan untuk mengklarifikasi masalah ini," kata dia.
Sementara itu, Ambar Setiawan, Urban lll kabupaten setempat pun mengakui, jika sampai sekarang belum ada tindaklanjut dari dugaan penyelewengan ADD di Desa Bangun Jaya. “Saat ini juga saya atau Irban lainya tidak ada surat tugas untuk menindaklanjuti ADD tersebut, jadi bagaimana kita mau menindak lanjuti masalah penyelewengan ADD itu kalau tidak ada perintah dari atasan," terang dia.
Sejak berita ini diterbitkan, oknum Kepala Desa Bangun Jaya semakin sulit ditemui wartawan yang hendak konfirmasi. (kholil/zairin)

Baca berita »
Minggu, September 07, 2014| 0 komentar