Tampilkan postingan dengan label Headline. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Headline. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 September 2014

Pemprov Kembali Merolling Pejabat Eselon II

BONGKARPOSTT.COM
Sebelumnya sebanyak 161 pejabat eselon II, III dan IV Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dipindah tugaskan, Selasa (17/6) lalu.
Dan ini yang kedua kalinya rolling pejabat di lingkungan pemprov Lampung dalam hitungan empat bulan ini sudah terjadi pergantian pejabat, pergantian ini beralasan untuk kemajuan pembangunan provinsi Lampung.
"Kita selalu melihat dan mengevaluasi kinerja para pejabat kepala SKPD yang ada di lingkungan Pemprov Lampung kita liat ada yang kurang pas pada posisinya ya kita ganti," kata Wakil gubernur Lampung Bachtiar basri, setelah melantik tujuh pejabat eselon II pemerintahan provinsi Lampung, di ruang rapat utama Gubernur Lampung, Kamis, (4/9).
Menurutnya, dalam pelantikan ini ada beberapa pejabat yang non job kembali menjabat seperti mantan Kadis pemuda dan olah raga provinsi Lampung pak Hanibal, karena kemampuan yang dimiliki mereka kembali bisa bekerja.”Karena kinerjanya bagus, tetapi ada juga pejabat yang tidak tercapai harapan itu, ya kita ganti untuk apa kita pertahankan,"jelasnya.
Menurut Bachtiar, sebelum meroling sudah melakukan evaluasi kepada para pejabat, ahli tugas ada hal yang biasa dan janji PNS yang memang harus sedia ditempatkan dimana aja dan pergantian pejabat ini dalam rangka mencari bentuk, struktur pemerintahan di provinsi Lampung.
“Iya namanya juga roling jabatan itu hal yang sudah biasa, lagi pula ini memang sudah menjadi keputusan yang tepat, tapi tetap saja jika nanti kinerjanya masih kurang baik, ya kita akan lakukan roling kembali, ini tidak tertutup kemungkinan, yang pasti ini setelah diberikan amanah diharapkan biasa mengemban amanah itu, ini berat lo, terlebih menjadi pemimpin,”tandasnya.
Dalam pelantikan tujuh pejabat eselon II meliputi, Herwansyahri menduduki jabatan baru sebagai Kepala Dinas Pendapatan Provinsi Lampung. Piterdono menduduki jabatan baru sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Lampung. Hamartoni Ahadis menduduki jabatan baru sebagai Asisten Bidang Umum Provinsi Lampung. Elya Muchtar menduduki jabatan baru sebagai Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat Provinsi Lampung. Fitter Syahboedin menduduki jabatan baru sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan. Hannibal kembali menduduki jabatan sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Lampung. Tauhidi menduduki jabatan baru sebagai Asisten Bidang Pemerintahan.
Keputusan ini berdasarkan surat keputusan Gubernur Lampung yang sesuai dengan aturan yang berlaku, pengangkatan dan pemberhentian pegawai negri sipil itu sudah biasa dengan menimbang, dan hal-hal yang menjadi pertimbangan. (Arta)

Baca berita »
Minggu, September 07, 2014| 0 komentar

Selasa, 02 September 2014

Puskesmas di Lampung Harus Akreditasi

BONGKARPOSTT.COM
Di Provinsi Lampung ini ada 284 Puskesmas, dan dari seluruh Puskesmas yang ada harus melakukan akreditasi, hal itu dilakukan agar Puskesmas sebagai salah satu kontak pertama dalam pelayanan kesehatan dapat lebih bermutu dalam memberikan layanan yang berorientasi pada customer sehingga pasiennya puas.
“Pelaksanaan akreditasi paling lambat dilakukan pada Tahun 2015 mendatang, sekarang sedang disusun pedomannya,”Ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana, Selasa (2/9).
Disisi lain, Kalau Puskesmas tidak terakreditasi bisa tidak masuk kontrak dengan BPJS Kesehatan. “Karena didalamnya mempunyai standar yang harus dipenuhi dalam akreditasi seperti, standar struktur artinya peralatan, gedung, bagaimana tempat pemeriksaan kesehatannya dan bagaimana limbahnya harus jelas,”beber Reihana.
Selain itu, kata Mantan Pj Dirut RSUD Abdul Muluk ini, untuk standar proses, bagaimana puskesmas mempunyai standar operasional prosedur yang dijalankan atau yang tidak dijalankan. “Oleh karena itu pemerintah Lampung akan memberlakukan akreditasi terhadap seluruh pusat kesehatan masyarakat atau puskesmas,”kata Reihana.
Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, sejumlah puskesmas di Lampung masih ada yang belum terakreditasi. “Puskes yang terakreditasi sudah ada
"Iya kita ikuti apa saja aturan dari Pusat, apapun keinginan Pusat kita ikuti, seharusnya memang seperti itu. Puskes di Lampung semua harus terakreditasi,”tegasnya lagi.
Reihana menambahkan, untuk mendapatkan akreditasi tersebut, setiap Puskes harus bertahap karena akreditasi itu ada tahapannya.”Semua Puskes harus terakreditasi tapi ada tipenya, kita lihat dari pelayanannya. Kalau ada Puskes yang belum terakreditasi, iya harus berproses tidak bisa funishman. Kita akan melakukan sosialisasi, semua ada prosesnya dalam penilaian dari pelayanan,”tukasnya.(Arta)

, namun datanya saya belum tahu pasti, tapi beberapa Puskes yang ada di Lampung sudah mulai terakreditasi,”tandasnya.

Baca berita »
Selasa, September 02, 2014| 0 komentar

Minggu, 31 Agustus 2014

85 Anggota DPRD Lampung Resmi Dilantik



BONGKARPOSTT.COM
Pelantikan 85 anggota DPRD Provinsi Lampung periode 2014-2019 dijadwalkan akan berlangsung hari ini, Senin (1/9). Saat pelantikan belum terdapat pimpinan definitif, baik ketua, wakil ketua I, wakil ketua II, wakil ketua III dan wakil ketua IV.
Melainkan akan ditunjuk 2 pimpinan sementara. Keduanya adalah anggota dewan terpilih yang ditunjuk oleh partai politik yang memperoleh kursi terbanyak di dewan. Bila mengacu dari hasil pleno rekapitulasi KPU Provinsi, perolehan kursi terbanyak pertama didapat oleh PDIP dengan 17 kursi, dan Demokrat 11 kursi.
Hal itu dikatakan, Sekretaris DPRD Provinsi Lampung, Sutoto. Dikatakannya, sejauh ini pihaknya sudah mempersiapkan segala urusan terkait pengambilan sumpah dan pelantikan 85 anggota DPRD Lampung. Bahkan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Lampung untuk pengamanan pelantikan tersebut. "Pengambilan sumpah jabatan akan dipimpin ketua Pengadilan Tinggi, dan unsur pimpinan agama lainnya," ujar Sutoto.
Data terhimpun, PDIP akan menunjuk Dedi Aprizal sebagai pimpinan sementara. Informasi itu diakui oleh Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi, Watoni Nurdin . ”Pimpinan sementara Dedi Aprizal,” ungkap Watoni, di Fraksi PDIP DPRD Provinsi Lampung.
Dijelaskannya, penunjukan Dedi Aprizal sebagai ketua sementara DPRD Lampung atas dasar musyawarah mufakat seluruh pengurus harian yang ada di DPD PDIP. Dari pleno tersebut, ditunjuk satu orang untuk dijadikan ketua sementara, yaitu Dedi Aprizal. "Kita pleno dua hari yang lalu, dan menunjuk Dedi jadi ketua sementara," terangnya.
Ditambahkan Watoni, pihaknya juga telah memberikan pernyataan secara resmi kepada Sekretariat DPRD Lampung, terkait penunjukan Dedi tersebut. "Ya, sudah kita kirimkan surat ke sekretariat dewan, itu membalas surat permintaan mereka," ucapnya.
Untuk pimpinan sementara dari Partai Demokrat, sudah dipastikan akan jatuh kepada Toto Herwantoko, dari daerah pemilihan Lampung 7 Kabupaten Lampung Tengah. “Sudah kita sudah menunjuk Toto sebagai wakil ketua sementara,” ucap sekretaris DPD Partai Demokrat Lampung, Fajrun Najah Ahmad.
Sementara, menurut pengamat Politik, Wahyu Sasongko, bahwa diharapkan dengan anggota Dewan yang baru dilantik ini dapat mengemban amanah rakyat. "Seharusnya anggota perwakilan rakyat bisa mengemban amanahnya dan dapat dipercaya," kata pengamat dari Universitas Lampung (Unila) ini, saat dihubungi, Minggu (31/8).
Sebanyak 85 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi Lampung periode 2014- 2019, diharapkan bisa membangun Lampung, dan mempercepat pembangunan inflastruktur yang di programkan oleh Gubernur Lampung.
Nanti setelah dilantik dengan dana anggaran yang minim, anggota dewan harus bisa memanage dan tidak menghambur-hamburkan dana yang sudah dianggarkan."Ke depannya jangan sampai jabatan yang didudukinya hanya sebagai ajang untuk memperkaya diri sendiri," ungkap Wahyu.
"Jika nanti telah mendapatkan status dan resmi menjadi anggota DPRD provinsi harap bisa berbuat untuk rakyat, karena mereka adalah wakil rakyat," imbuhnya.
Wahyu menambahkan, agar anggota DPRD Lampung yang baru dapat memahami fungsi legislatif. Menurut dia, hal tersebut harus diketahui guna menciptakan pelayanan publik yang lebih baik dan mempercepat realisasi konsep provinsi Lampung yang maju. "Anggota dewan baru itu harus lebih paham soal fungsi pengawasan. Tujuannya untuk apa? Ya untuk mencapai pelayanan publik yang lebih baik, bukan malah untuk menghambat," papar Wahyu.
Selama ini kinerja legislator Provinsi Lampung periode sebelumnya dinilai sudah maksimal dalam melakukan pengawasan. "Kalau dari pengamatan saya, sistem pengawasan kemarin sudah baik, namun kenapa tidak pada anggota yang sekarang harus mempunyai target yang bisa lebih baik dari kemaren," harapnya. (Fik)

Baca berita »
Minggu, Agustus 31, 2014| 0 komentar

Rabu, 27 Agustus 2014

Dewan Dukung Inspektorat Periksa Kadiskominfo

PESAWARAN.BONGKARPOSTT.COM

Respon Sekretaris Daerah (Sekda) Pesawaran, Hendarma yang memberikan sinyal lampu hijau, kepada  Inspektorat setempat, guna melakukan pemeriksaan terhadap Kadiskominfo, Silahuddin, terkait dugaan penyelewengan dana media dan mark-up anggaran mendapat dukungan dari beberapa anggota Komisi A, DPRD Pesawaran. Salah satunya, Rama Diansyah, yang  meminta, agar  Inspektorat tidak berlama-lama untuk segera melakukan pemeriksaan dan investigasi  terhadap Diskominfo, yang diduga bermasalah.    "Intinya, demi untuk kebaikan dan memperjelas persoalan, tidak ada alasan untuk tidak mendukung upaya Inspektorat melakukan pemeriksaan Diskominfo tersebut," terang Rama politisi Gerindra, jika pemeriksaan reguler yang sedang berjalan yang sedang dilakukan Inspektorat rampung.
Sebaiknya secepatnya  segera menjadwalkan dan menetapkan waktu,  untuk dimulainya  pemeriksaan pada sejumlah pejabat Diskominfo, yang diduga melakukan kesalahan tersebut. "Sesuai bidangnya, Inspektorat kan hanya memeriksa administrasinya saja. Namun,  nantinya jika dari  hasil pemeriksaan ada temuan yang menyangkut pidana. Tinggal keberanian, pihak Inspektorat saja, mau tidaknya meneruskannya ke ranah hukum," tandasnya.
Sebelumnya Kadis Kominfo Pesawaran, Silahuddin sempat memberanikan diri dengan  melontarkan kesiapannya, bila Bupati  harus mencopot jabatannya  tersebut. "Saya sudah merasa berlaku setransparan mungkin dalam hal ini, tapi kalau memang dipandang buruk dan Bupati hendak mencopot diri saya, ya selaku anak buahnya, saya pasrah saja,, itukan hak prerogatif beliau," ucapnya pasrah.
Silahuddin juga sempat berang hingga sampai mengeluarkan jurus  ancaman, kepada sejumlah wartawan setempat, terkait gencarnya pemberitaan tentang kinerjanya, yang menurut hematnya syarat dengan fitnah itu. "Saya akan sikat wartawan yang buat berita fitnah itu. Saya tidak takut karena pemberitaan itu, saya anggap tidak benar," ancam Silahudin.
Sebab sambungnya selama ini pihaknya dalam mengelola anggaran tetap  mengacu pada DPA yang ada dan kalau ada hak media yang belum terbayar. "Itu bukan kita sengaja, apalagi menyelewengkannya, bagaimana kalau anggarannya habis, kan masih bisa nunggu dari usulan kita di APBD Perubahan, kalau juga tidak, masih bisa dicegat di APBD 2015 mendatang, kan masih ada cara, Bukan dengan tudingan sepihak yang tidak berdasar begitu," kilahnya masih dalam emosi.
Terpisah, Inspektorat setempat melaui Sekretarisnya, M. Rizki, saat dihubungi, secepatnya akan menjadwalkan pemeriksaan terkait persoalan itu. Dia juga berupaya agar petugas yang membidangi pemeriksaan dan  soal disiplin pegawai , sudah dapat menjadwalkan kapan start pemeriksaan Kadiskominfo  dapat dilakukan. "Makanya, belum kita jalankan pemeriksaan ini. Karena, kita masih terbentur dengan pemeriksaan reguler ke satker-satker  yang belum rampung," kata Rizki.
Ditambahkannya, perlu dipahami pihaknya  saat ini masih fokus menjalankan dan menyelesaikan tugas pemeriksaan reguler yang sudah terjadwal jauh hari sebelumnya, diperkirakan dalam waktu dekat ini rampungnya. "Tinggal pemeriksaan reguler dibeberapa satker lagi. Paling lambat minggu ini selesai. Untuk itu, kemungkinannnya minggu depan kita sudah bisa konsen, untuk menindaklanjuti persoalan yang ada di Diskominfo itu" tutupnya. (rid)

Baca berita »
Rabu, Agustus 27, 2014| 0 komentar

Kamis, 17 Juli 2014

Mantan Kepsek SMK Utama Diduga Korupsi Dana BOS 2013

Bandar Lampung, BP
Mantan Kepala Sekolah SMK Utama, Sri Widodo, SH diduga melakukan korupsi pada sejumlah anggaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun anggaran 2013 lalu. Dana yang diterima oleh SMK yang terletak di Jalan Jendral Sudirman, Bandar Lampung ini, berjumlah Rp374 juta, yang penerimaannya dibagi dalam dua semester (per enam bulan).
Dari salah seorang sumber di sekolah tersebut mengatakan, bahwa Sri Widodo, telah melakukan sejumlah penyimpangan demi mencairkan dana BOS tersebut. Diantaranya, memanipulasi data, memalsukan tanda tangan sejumlah guru, me-mark up anggaran item kegiatan, mencairkan dana BOS dengan kegiatan praktikum yang difiktifikan, memungut iuran dari siswa namun dilaporkan sebagai pengeluaran dana BOS. Hasilnya, ratusan juta dana BOS bisa ia gunakan untuk kepentingan pribadinya. “Beli buku dengan dana Rp6 juta, dilaporkan Rp12 juta, kegiatan praktikum industry Rp30 juta tapi tidak ada kegiatannya, memungut dana camping dari siswa Rp50 ribu per siswa sebanyak 200 siswa, namun dilaporkan sebagai pengeluaran dana BOS, beberapa tanda tangan guru pun ia palsukan, demi cairnya dana BOS, banyak pengeluaran dana yang tidak sesuai,” demikian ungkap sumber di sekolah milik Yayasan Pendidikan Serba Guna tersebut.
 Saat Bongkar Post konfirmasi dengan Kepala Sekolah SMK yang baru menjabat, Dariyo, ia malah mengaku tidak tahu adanya penyimpangan dana BOS di sekolahnya itu. “Saya baru menjabat bulan ini, di tahun ajaran baru,  saya tidak tahu, saya juga baru 3 kali ketemu pak Widodo, dia jarang kelihatan,” kata mantan Wakil Kepala Sekolah SMK 4 ini, Kamis (17/7) kemarin.
Lantas, saat Bongkar Post menghubungi Yus, salah seorang bendahara di SMK tersebut, saat dihubungi ponselnya aktif, namun tidak diangkatnya. Saat dikirim pesan singkat, Yus beralasan sedang berada di pasar, sehingga ia tidak mendengar ada panggilan masuk.
Kemudian, yang bersangkutan, Sri Widodo, saat dikonfirmasi juga via ponsel, membantah adanya sejumlah penyimpangan tersebut. Namun diakuinya, sekolahnya memang menerima dana sebesar Rp374 juta pada tahun 2013 lalu, dan dicairkan per semester (6 bulan). “Per semester Rp186 juta,” kata dia seraya mengatakan ada sekitar Rp9 juta dana BOS yang ia kembalikan ke pusat karena tidak terealisasi.
Namun diakuinya, dana BOS tersebut tidak ia pergunakan sendiri, ada juga yang “menikmati” dana pendidikan bantuan pemerintah tersebut, tanpa diperincinya secara jelas. “Ya, semuanya dari situ, darimana lagi,” katanya singkat.
Dengan nada terbata-bata, Sri Widodo pun menjelaskan, bahwa dugaan penyimpangan tersebut hanyalah ulah sejumlah guru di sekolahnya itu yang tidak suka kepadanya. “Ya, ini ada guru-guru yang mungkin tidak suka sama saya sehingga ada laporan seperti itu, tapi semuanya sudah saya laporkan ke Dinas,” jelas Sri Widodo.
Ia pun mengatakan, jika pada kegiatan praktikum industri ada guru yang meminta uang kepadanya namun tidak ia berikan, makanya timbul laporan bahwa kegiatan praktikum itu fiktif. “Ada guru yang minta uang dari kegiatan tersebut tapi tidak saya kasih, makanya mungkin ada yang gak suka dengan saya,” tandasnya seraya meminta kepada Bongkar Post untuk tidak menurunkan berita ini lantaran tidak enak dengan guru lainnya dan Dinas. “Tolong jangan diterbitkan, bantu saya, saya gak enak dengan guru lainnya, dan gak enak kalau sampai ke Dinas, kalau mau ketemu kita bisa ketemu, kalau sekedar uang rokok 100, 200 ribu, bisa saya kasih,” ujarnya via ponsel kepada Bongkar Post, kemarin. 
Menariknya, saat berita ini hendak dimuat, redaksi mendapat informasi, bahwa istri Sri Widodo adalah sepupu dari mantan Bupati Lampung Selatan, Zulkifli Anwar. Saat Bongkar Post mencoba memastikan kebenaran info tersebut melalui pesan singkat, Sri Widodo membalasnya dengan  jawaban “Istrinya (Zulkifli Anwar, red) sepupu istriku” demikian balasannya. (tik)

Baca berita »
Kamis, Juli 17, 2014| 0 komentar

Kamis, 10 Juli 2014

Perbedaan Expresi SBY Bertemu Jokowi, Prabowo

Dalam rangka menyikapi polemik hasil quick count Pilpres 2014 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengundang Capres Jokowi Jusuf kalla dan Prabowo Hatta.
Pertemuan yang berlangsung tertutup dihadiri juga oleh staf khusus presiden, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, dan Sekretaris Kabinet Dipo Alam.
Expresi berbeda dalam penyambuta presiden pada kedua pasangan capres kini tengah menjadi perbincangan tersendiri diberbagai media sosial.(**)

Foto : antaranews.com



Baca berita »
Kamis, Juli 10, 2014| 0 komentar

Gerindra Yakin Prabowo – Hatta Suara Terbanyak

Ketua DPD Partai Gerindra Gunadi ibarihim mengatakan, Acara Pemilihan presiden pada hari in adalah syukuran atas kemenangan prabowo-hatta, di dalam penghitungan suara di setiap TPS diyakinkan bahwa nomor urut 1 akan menghasilkan suara terbanyak,  yang kita yakinkan akan menang.



Bandar Lampung, BP
Ketua DPD Partai Gerindra Lampung Gunadi Ibrahim mengatakan, pihaknya melakukan syukuran atas kemenangan Prabowo - Hatta, dalam penghitungan suara di setiap TPS diyakinkan bahwa nomor urut 1 akan menghasilkan suara terbanyak. “Yang kita yakinkan akan menang,” kata dia, Rabu (9/7).
Penghitungan hasil survey, benar bahwa Prabowo mendapatkan suara terbanyak, penghitungan survei adalah untuk kemenangan Prabowo – Hatta. “Kita harus yakin untuk kemenangan mereka,” katanya, Rabu (9/7).
Dikatakannya, mulai tanggal 10 kertas suara akan ada di kelurahan dan akan dilakukan penghitungan, jadi kepada semua relawan tetap siap menjaga dan mengawasi pilpres sampai dengan tanggal  22 Juli mendatang, karena pada tanggal tersebut hasil hitungan jumlah kemenangan keseluruhan. “Saya berterimakasih kepada seluruh relawan dari seluruh partai yang sudah solid untuk kemenangan Prabowo - Hatta menjadi presiden dan wakil presiden 2014 - 2019. Dan kepada pihak kepolisian, TNI, media dan masyarakat yang sudah membantu untuk pemberitaan dan keamanan di setiap TPS,” imbuhnya.
Langkah - langkah untuk kemenangan nomor urut 1, selalu akan menjaga hak suara dari setiap partai karena dari hasil survei di Lampung dari Partai Gerindra jumlah suara mencapai 2,7 persen dari PKS mencapai 2 persen, jadi selisih suara mencapai 80 persen. “Apalagi Partai Gerindra juga mempunyai hitungan suara sendiri,” pungkasnya. (arta)

Baca berita »
Kamis, Juli 10, 2014| 0 komentar

Quick Count Rakata : Jokowi - JK Unggul di Lampung

Bandar Lampung, BP
Pasangan Joko Widodo - Jusuf Kalla (Jokowi - JK) perolehan suaranya unggul di Lampung berdasarkan hitung cepat yang dilakukan Rakata Insitute, Rabu (9/7) pukul 15.00 Wib. Pasangan Jokowi - JK memperoleh 53,49 persen, sedangkan Prabowo-Hatta memperoleh 46,49 persen, saat data masuk mencapai 60,94 persen.
Direktur Rakata Institut Eko Kuswanto mengatakan hitung cepat dimulai begitu penghhitungan suara di TPS dimulai pukul 13.00.
Eko mengatakan quick count yang digelar menggunakan metode stratified random sampling (SRS) dengan margin of error plus minus 1,5 persen. Sebagai relawan, Rakata Institut mengerahkan mahasiswa IAIN Raden Intan Bandarlampung yang akan ditempatkan di 233 TPS sampling se-Provinsi Lampung. (lp)

Baca berita »
Kamis, Juli 10, 2014| 0 komentar

Sadis, leher Dibacok Hingga Nyaris Putus

 
Lampung Utara, BP
Tragis nasib yang dialami Muhadi (25) warga Desa Talang Batin, Kecamatan Kotabumi Utara. Ia ditemukan warga di salah satu lapak singkong milik Basri, dengan leher nyaris putus. Hal ini sempat menggegerkan warga Desa Trimulyo, Kecamatan Kotabumi Utara, sekitar pukul 17.00 WIB, Rabu (9/7).
Warga pun langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Kotabumi Utara. Dan selanjutnya, anggota Polsek dibantu warga membawa mayat korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ryacudu Kotabumi untuk divisum.
Hingga saat ini, belum diketahui motif pembunuhan sadis tersebut. Sebab, pelaku menghabisi nyawa korban dengan cara menggorok leher korban hingga nyaris putus.
Menurut penuturan salah seorang warga yang identitasnya enggan diketahui mengatakan, korban (Muhadi, red) bekerja sebagai tukang timbang barang di lapak singkong milik Basri, warga desa setempat.
Kata sumber ini, sebelum ditemukan tewas, korban sempat memberikan hak pilih di salah satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) di desa setempat. ''Korban dikenal warga merupakan sosok pemuda yang santun dan sopan dalam kesehariannya. Apalagi korban dipercaya pemilik lapak menjadi juru timbang singkong,'' kata pria paruh baya yang ikut serta membawa jenazah korban ke RSUD Ryacudu Kotabumi.
Sementara itu, dokter jaga ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Ryacudu Kotabumi, dr. Dewi mengatakan, korban masuk rumah sakit sekitar pukul 20.00 WIB dalam keadaan meninggal dunia akibat luka robek di bagian leher yang nyaris putus, luka sayatan siku bagian kiri dan luka robek di bagian kaki sebelah kiri. ''Korban masuk rumah sakit dalam keadaan tidak bernyawa,'' terang dokter Dewi.
    Sayangnya, baik Kasat Reskrim Polres Lampura AKP Bunyamin maupun Kapolsek Kotabumi Utara Iptu Samsuri belum bisa dimintai keterangan terkait penemuan mayat korban pembunuhan tersebut.  ''Maaf, saya masih di RSUD Ryacudu Kotabumi. Belum bisa memberi keterangan terkait penemuan mayat pembunuhan itu,'' kata Iptu Samsuri. (sol/nal)

Baca berita »
Kamis, Juli 10, 2014| 0 komentar

Sabtu, 28 Juni 2014

Meski Proyek Tak Jelas , Warga Bersyukur Ada Perbaikan Jalan

Lampung Utara, BONGKARPOSTT.COM
    Proyek peningkatan jalan di lingkungan V, Kelurahan Sribasuki, Kecamatan Kotabumi Kota, Kabupaten Lampung Utara, tidak memiliki papan nama. Akibatnya, proyek tersebut seperti ‘proyek siluman’, lantaran tidak diketahui siapa yang mengerjakan dan berapa volume anggaran, serta masa kontrak pengerjaan.
    Warga lingkungan V, Musa (40) mengatakan, akibat proyek yang tidak memiliki papan nama, membuat warga bingung darimana asal pekerjaan. “Seharusnya pemerintah daerah dan dewan mengontrol,  serta menegur setiap proyek tanpa nama itu. Ini membuat masyarakat bingung,” katanya.
    Menurutnya, selain untuk memudahkan kontrol, masyarakat juga dapat mengetahui bangunan apa yang sedang dikerjakan, serta sumber dana dan siapa pelaku pekerjaan. “Yang lebih penting lagi, masyarakat bisa melihat sejak kapan kontrak pekerjaan dan berakhirnya. Serta besar anggaran yang dihabiskan,” ungkap Musa.
    Meski masyarakat tidak mengetahui siapa yang mengerjakan, dan berapa besar anggaran yang dihabiskan, namun masyarakat mengaku bersyukur karena jalan mereka diperbaiki. (met/zal)

Baca berita »
Sabtu, Juni 28, 2014| 0 komentar

Jalan Rusak dan Licin, Pengguna Jalan Terjatuh

Mesuji, BONGKARPOSTT.COM
    Jalan penghubung Kecamatan Simpang Pematang menuju SMK Patriot Bangsa, rusak parah. Akibatnya, banyak pengguna jalan yang terjatuh akibat rusak dan licinnya jalan tersebut.
    Jalan yang dikerjakan oleh Dinas PU pada akhir 2013 lalu, dirasakan kurang efisien. Hal ini terlihat dari kondisi jalan yang rusak parah. Jalan yang pengerjaannya masih terhitung bulan ini telah banyak dikeluhkan oleh pengguna jalan tersebut.
    Ketika wartawan melewati jalan tersebut, dari kejauhan nampak sebuah sepeda motor sedang terperosok jatuh bercampur lumpur jalan. Saat dikonfirmasi wartawan perihal kejadian tersebut, Gianto mengaku kecewa atas kondisi jalan tersebut. “Gimana sih pengerjaan jalan ini, jalan rusak begini kok gak diperbaiki, apa lagi di musim hujan begini, jalannya licin, susah untuk dilewati mas, mau lewat jalan poros sana jauh mas muternya dan setahu saya jalan ini kan baru berapa bulan di buat kok cepat sekali rusaknya, kalau pengerjaanya bagus gak mungkin secepat ini rusaknya,” ujanya dengan nada kesal.
    Gianto berharap, Pemkab Mesuji dapat segera memperbaiki jalan tersebut. Sehingganya tidak ada korban pengguna jalan yang melintasi jalan itu. (dam/jai)

Baca berita »
Sabtu, Juni 28, 2014| 0 komentar

KPU Tanggamus Mulai Lipat Surat Suara

  •  Jelang Pilpres


    Tanggamus, BP
     KPU Tanggamus mulai melakukan pelipatan surat suara untuk pilpres (pemilihan presiden). Menurut Kasubag Perlengkapan KPU Tanggamus, Ahmadi, pelipatan melibatkan sekitar 80 orang tenaga lepas.   Dikatakannya, target pelipatan selama tiga hari, harapannya selesai meski tidak menerapkan sistem lembur. “Sebab pelipatan bisa dikerjakan dengan cepat, karena lebar kertas hanya selebar ukuran kuarto, yang kemudian dilipat lima kali.” singkatnya. (Ar)

Baca berita »
Sabtu, Juni 28, 2014| 0 komentar

Pasar Candimas Ludes Terbakar

Lampung Utara, BP
    Sebanyak 29 kios di Pasar Desa Candimas, Kecamatan Abung
Selatan, Kabupaten Lampung Utara (Lampura) ludes terbakar, Rabu (25/6) sekitar pukul 10.30 WIB. Diduga, api berasal dari korsleting lsitrik salah satu kios.
    Menurut Sustanto (38) penjaga malam pasar tersebut, peristiwa bermula ketika dirinya sedang berada di rumah warga yang letaknya di belakang pasar. Kemudian, dari samar-samar kegelapan, ia melihat cahaya terang berwarna kemerahan.
    Melihat hal tersebut, ia pun curiga dan benar saja ketika di dekatinya, cahaya itu merupakan kobaran api yang muncul dari warung soto. "Saya kaget ketia api sudah besar dan muncul dari warung Bu Nar, yang sehari - hari menjual soto," ujarnya.
    Kemudian, ia berteriak meminta tolong kepada warga untuk memadamkan api. Namun, dalam hitungan detik, api pun membesar dan menyambar ke kios yang lainnya. Menurutnya, api cepat menyambar dikarenakan, kios di sekitar warung Bu Nar terbuat dari papan. Dan barang dagangan pun, mudah terbakar seperti sembako, pecah belah, plastik, dan pakaian. Warga pun langsung menghubungi pemadam kebakaran.
    Tak berselang sekitar 30 menit, tiga mobil pemadam dan 14 petugas pemadam dikerahkan untuk mematikan api. "Seluruh kios yang terbakar diperkirakan sekitar 20 an,"ujarnya seraya menjelaskan penyebab kebakaran pun belum bisa dipastikan darimana.
    Sementara kebakaran berlangsung, aksi menyelamatkan barang dagangan pun terjadi semalam. Pedagang yang berada di pasar tersebut berlarian menuju kiosnya untuk mengambil barang dan dibawa keluar barang dagangannya.
    Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampura Edi Purnomo mengatakan, pihaknya memadamkan api sekitar 90 menit setelah api berkobar. Untuk memadamkan, BPBD langsung menurunkan tiga armada. Dalam proses pemadaman itu, diakuinya sedikit kendala. Pasalnya, saat akan masuk ke lokasi, banyak masyarakat yang menonton, sehingga menyulitkan kendaraan yang mau masuk. Namun, dengan waktu sekitar satu setengah jam, petugas Damkar mampu menjinakan api."Kita awalnya padamkan di bagian pinggir dahulu, tempat api muncul, baru di ruko bagian tengah pasar tersebut," ujar Edy.
    Sementara, Kepala Desa Candimas, Nurahman mengaku pihaknya sudah mendata korban kebakaran. Dimana, jumlah kios yang terbakar sebanyak 29 kios, yang terdiri dari kios pakaian, sembako, pecah belah, kelontongan.
     Kios tersebut, dimiliki oleh 22 orang, dimana seorang pedagang ada yang memiliki kios sebanyak 2 - 4 kios. Namun, dari 29 kios yang berisi barang dagangan berjumlah 24 kios, sedangkan 4 kios lainnya dalam keadaan kosong.
    Saat ini, pihaknya sudah melaporkan ke Pemkab Lampura yang ditujukan kepada Bupati. Kemudian, sebagian warga melakukan gotong-royong untuk bersih-bersih. "Kita juga dapat bantuan tenaga dari TNI Kodim 0412 dan Polres Lampura bersih - bersih bekas kebakaran," bebernya seraya mengatakan untuk korban pemilik kios, masih banyak belum ke lokasi karena masih shock atas peristiwa itu.
    Ia menerangkan, untuk kerugian ditaksir mencapai Rp 567 juta, terdiri dari barang dagangan maupun kios yang terbakar. Rinciannya, untuk kios diperkirakan sekitar Rp150 juta, dan barang dagangan ditaksir mencapai Rp422 juta. "Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tadi malam," tukasnya.
    Kerugian materi cukup besar, hal ini dikarenakan sebagian pedagang yang terkena musibah, sebagian mengisi barang dagangan yang baru untuk persiapan menjelang puasa dan lebaran. "Iya mereka baru saja ngisi barang dagangan, seperti penjual pakaian, sembako, untuk jualan menghadapi puasa," bebernya.
    Sementara, Bripka Suroto, selaku anggota identifikasi, menuturkan dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik. Dimana, api muncul dari warung bagian belakang pasar, yakni sebuah warung soto. Untuk barang bukti yang diamankan, terusnya berupa kabel listrik yang bekas terbakar. "Kita masih menyelidiki penyebab kebakaran. Tapi untuk sementara diduga karena korsleting listrik," jelasnya.
    Pantauan di lokasi, paska kebakaran, sejumlah pedagang tetap melakukan transaksi jual beli pada beberapa kios yang tidak terbakar. Meski sempat para pedagang dan pembeli melakukan tarnsaski jual beli dikarnakan material berserakan, namun hal tersebut tidak menghalangi warga untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. (Sol)

Baca berita »
Sabtu, Juni 28, 2014| 0 komentar

Selasa, 24 Juni 2014

Tuntut Keadilan, Ratusan Masyarakat Datangi Kantor Dewan

BONGKARPOSTT.COM
    Ratusan masyarakat dari Kampung Astra Ksetra Kecamatan Menggala merasa takut berada di kampungnya sendiri. Hal ini lantaran, lahan yang mereka diami selama ini diklaim oleh Astra Ksetra Tulangbawang sebagai lahan milik Korps TNI – AU tersebut. Maka, pada Selasa (24/6), ratusan masyarakat dari kampung tersebut mendatangi Kantor DPRD Tulangbawang guna menuntut keadilan. Mereka merasa terancam atas tindakan arogansi aparat di kampung itu.
    Masyarakat Kampung Astra Ksetra menuntut status kejelasan kepemilikan lahan seluas 1.389 Ha yang saat ini diklaim pihak Astra Ksetra Tulangbawang. “Kami minta keadilan dan perlindungan atas persoalan sengketa lahan yang saat ini diklaim oleh pihak Astra Ksetra Tulangbawang,” ujar Luli, korlap aksi.
    Dikatakannya, seluruh masyarakat di Kampung Astra Ksetra ketakutan karena ada intervensi dan tindakan arogansi yang diduga dilakukan oleh pihak TNI Astra Ksetra Tulangbawang. "Pihak TNI Astra Ksetra selalu melarang masyarakat yang hendak menggarap tanah atau mendirikan rumah, atau bangunan permanen di lahan tersebut karena mereka (Astra Ksetra, red) beranggapan itu tanah miliknya, padahal itu tanah kami," terangnya.
    Selanjutnya, pihak Astra Ksetra juga bukan hanya sebatas melakukan pelarangan secara lisan, bahkan mereka juga memasang plang di atas lahan masyarakat yang bertuliskan “Tanah ini milik TNI - AU Tulangbawang”. "Bagaimana kami tidak takut, dan apabila ada yang melawan kami diancam dengan senjata tajam, semua masyarakat yang berada di Astra Ksetra takut dan gerah atas perlakuan itu," ungkapnya.
    Atas permasalahan ini, pihaknya meminta kepada DPRD setempat agar memberikan kejelasan terkait status kepemilikan lahan tersebut, serta menjaga masyarakat dari intervensi pihak lain.  "Agar status kampung dan kepemilikan tanah seluruh masyarakat di Kampung Astra Ksetra menjadi jelas dan masyarakat tidak terganggu dalam menjalankan aktifitas dan kami minta DPRD Tulangbawang dapat segera menyelesaikan permasalahan tersebut," pintanya.
    Sementara di tempat yang sama, Wakil Ketua I DPRD Tulangbawang Syarnubi berjanji akan secepatnya mengagendakan hearing (rapat dengar pendapat) dengan pihak terkait. "Secepatnya kami akan melayangkan surat panggilan kepada pihak TNI-AU untuk memberikan keterangan, jika lahan tersebut adalah milik masyarakat maka harus dikembalikan ke masyarakat demi kemajuan dan ketentraman masyarakat tentunya," kata dia.
    Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat agar bisa menahan diri untuk tidak bertindak anarkis dalam melakukan penyelesaian sengketa lahan. "Bukan hanya menahan diri agar tidak anarkis dan tidak terjadi hal - hal yang tidak diinginkan, saya meminta agar masyarakat mengumpulkan surat sebagai bukti - bukti kepemilikan yang nantinya akan dipergunakan dalam proses mediasi," tutupnya. (Ris)

Baca berita »
Selasa, Juni 24, 2014| 0 komentar

Cari Untung, Oknum Perawat Minta Bayaran ke Pasien BPJS


Ilustrasi
Tulangbawang, BP
    Miris, pelayanan rumah sakit di Kabupaten Tulangbawang. Pasalnya, pasien yang menggunakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) diminta bayaran oleh oknum perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Menggala. Tampaknya, oknum perawat rumah sakit tersebut hendak cari keuntungan diatas penderitaan orang lain.
    Hal ini terungkap dari keluarga pasien RSUD Menggala yang mengatakan bahwa dirinya dimintai bayaran oleh oknum perawat di rumah sakit tersebut. Alasannya, untuk membayar kamar dan obat pasien. Kejadian ini menimpa pasien pengguna BPJS, baik yang kelas I, kelas II, dan kelas III.
    Apriyadi (25) warga Kota Karang, Kecamatan Gedung Meneng Tulangbawang yang merupakan anak pasien pengguna BPJS kelas I yang setiap bulannya membayar angsuran Rp59.000 mengungkapkan, bahwa pada saat masuk ke ruang Unit Gawat Darurat (UGD), orang tuanya langsung dilayani oleh dokter dan perawat yang sedang bertugas. Perawat memberikan dua resep obat dan memintanya untuk menebus di apotik. Setelah diberikan resep kepada petugas apotik, ternyata ada beberapa jenis obat yang ada di dalam resep tidak ada di apotik BPJS. “Lalu petugas mengarahkan saya ke apotik umum yang ada di samping rumah sakit, ternyata obat yang diberikan tersebut harus bayar," ujarnya.
    Menurut Apriyadi, bukan hanya obat yang harus ia bayar, namun ruangan yang ditempati juga dibayarnya. "Pasien yang mempergunakan BPJS kelas 1, bila akan menempati kamar yang kelas 1, maka dikenakan tarip Rp65 ribu per malam oleh petugas, sedangkan yang kelas 2 dan 3 tidak dikenakan biaya, tapi bila menebus obat dikenakan biaya harga obat," ungkap Apriyadi.
    Terpisah, pegawai Dinas Kesehatan Tulangbawang yang bertugas pada BPJS, yang namanya minta dirahasiakan mengatakan, pasien yang mempergunakan  BPJS kelas 1, 2, dan 3, tidak dikenakan biaya apapun, baik obat ataupun ruangan. "Karena setiap pasien yang mengunakan BPJS kelas 1, 2, dan 3 telah ditetapkan pemerintah, membayar iuran per bulan, agar ketika sakit, mereka akan dirawat di RSUD dan tidak dikenakan biaya," jelasnya.
    Ditambahkannya, obat - obatan yang sudah ada dalam daftar Formarium yang telah ditetapkan pemerintah harus ada di apotek BPJS,  dan pasien berhak untuk mendapatkan obat yang telah diresepkan dokter. "Setiap pasien yang akan menebus obat di apotik, tidak dikenakan biaya harga obat, apotik BPJS harus menyediakan, apabila di apotik BPJS obat yang telah diresepkan oleh dokter tidak ada, pasien dapat mencari di apotik umum meski mempergunakan biaya untuk menebus obat tersebut namun kuitansinya dapat diklaim di BPJS setempat," terangnya. (Ris)

Baca berita »
Selasa, Juni 24, 2014| 0 komentar

Rusak Gunung Raja Basa, Masyarakat Berang

  • Bakar fasilitas kantor, dan lempar security PT SERB ke laut

    BONGKARPOSTT.COM
        Ratusan masyarakat yang mengaku pejuang rakyat peduli Gunung Rajabasa melakukan aksi pembakaran fasilitas PT. Supreme Energy Rajabasa (SERB) berupa basecamp, tepatnya di Desa Sukaraja Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Selasa (24/6).



     Aksi pembakaran ini dilakukan sebagai bentuk penolakan keras dan kekecewaan terhadap pemerintah terkait akan dilakukannya pengeboran Gunung Rajabasa oleh PT. SERB.
        Berdasarkan pantauan Bongkar Post  di lapangan, ratusan massa berkonvoi mengendarai kendaraan roda dua dan mobil truck dengan memakai ikat kepala dan lengan berwarna putih. Selain itu massa juga membawa senjata tajam seperti bambu runcing, parang, golok, mendatangi basecamp PT. SERB. Setiba di lokasi, ratusan massa langsung berbuat anarkis dengan melempari pos security, serta membakar fasilitas - fasilitas yang ada di lokasi.
        Meskipun aparat kepolisian Polres Lamsel yang sebelumnya sudah berjaga - jaga untuk melakukan pengamanan di lokasi seolah melakukan pembiaran dan tidak dapat berbuat apa - apa guna menghindari bentrokan massa.


        Salah satu massa menegaskan, aksi massa ini dilakukan sebagai bentuk penolakan keras masyarakat terhadap pengeboran Gunung Rajabasa yang akan dilakukan PT. SERB. Dimana masyarakat tidak akan membiarkan Gunung Rajabasa dirusak apalagi sampai dilakukan pengeboran. "Tidak ada negosiasi apapun terhadap Gunung Rajabasa, membela Gunung Rajabasa merupakan kewajiban kami pejuang rakyat," tegasnya yang tidak mau menyebutkan identitasnya.
        Setelah melakukan pembakaran, massa juga menempelkan spanduk yang bertuliskan "Lokasi PT. SERB ini telah dikuasai oleh masyarakat adat leluhur Lampung,". Setelah itu massa langsung meninggalkan lokasi dan terlihat kumpul di Desa Canti Kecamatan Rajabasa.
        Mendapat kabar massa yang akan menuju lokasi kantor PT. SERB yang berada di daerah Patriot Kelurahan Kalianda, petugas langsung berjaga - jaga di lokasi kantor yang selama ini digunakan.
        Kapolda Lampung Brigjen Pol Heru Winarko saat meninjau lokasi tersebut pasca kerusuhan terjadi, sangat menyayangkan aksi para demonstran yang anarkis. "Ini sangat disayangkan, ini bukan penyelesaian," ungkapnya saat melakukan tinjauan di lokasi pasca kerusuhan.
        Lebih lanjut dikatakannya, bahwa polisi telah menerjunkan sejumlah pasukannya, namun karena jumlah massa yang lebih banyak sehingga massa mampu merangsek masuk dan melakukan tindak anarkis. "Kita sudah siapkan pasukannya, tadi kita terjunkan sekitar 150 personil," bebernya.
        Ia juga menuturkan, bahwa sebelumnya pihaknya telah menghimbau PT. SERB untuk membuat kantor dengan Plan Protection yang baik tapi nampaknya himbauan tersebut tidak diindahkan oleh PT. SERB. "Kita telah himbau sejak setahun lalu agar kantornya dipagar yang rapat serta pemasangan alat CCTV harus siap, namun tampaknya hal ini tidak dilakukan oleh pihak PT. SERB," tegasnya.
        Ia juga menghimbau masyarakat untuk selalu mengedepankan musyawarah untuk menyelesaikan masalah. "Ya sesuai tradisi kita, selalu kedepankan musyawarah dan jangan selalu menggunakan emosi," tutupnya.
        Sementara itu, Kapolres Lamsel AKBP Bayu Aji menerangkan, bahwa pihaknya telah mengantisipasi hal ini, namun diakuinya aksi massa memang diluar kendali. "Kita sudah antisipasi sebelumnya, tapi memang para masyarakat yang datang tadi ada yang dipengaruhi oleh alkohol sehingga tidak dapat dikendalikan emosinya," terangnya.
        Ia juga membeberkan, bahwa pihaknya akan melakukan tindakan tegas terhadap para massa yang diketahui melakukan tindakan anarkis. "Untuk saat ini kita sedang melakukan penyidikan lebih lanjut, apabila diketahui pelaku yang melakukan aksi pengerusakan maka tentu saja ini melanggar hukum dan kita tidak segan - segan untuk menindaknya," tandasnya.
        Selain itu ditempat yang sama, menurut salah seorang petugas keamanan PT. SERB yang berjaga dilokasi tersebut mengungkapkan, bahwa ada sekitar 10 orang security dan tujuh orang tokoh masyarakat yang berjaga pada saat itu. "Sekitar jam sebelasan kejadiannya, kami tidak menyangka kalau massa akan berbuat seperti itu, bahkan kalau tadi saya tidak lari mungkin saya sudah dihajar juga mas, tadi aja kawan saya ada yang dibuang ke laut," ujarnya. (Rdi)

Baca berita »
Selasa, Juni 24, 2014| 0 komentar

Senin, 23 Juni 2014

Nah Loh...Aset Pariwisata Pantai Saling klaim

  • Dua kubu saling portal jalan akses ke pantai

    BONGKARPOSTT.COM
            Konflik perseteruan antara kedua pemilik, sekaligus pengelola Taman Rekreasi Pantai Mutun, Mukhtar Sani dan Haruna, selaku pemilik Rekresi Pantai Tembikil yang berada di satu lokasi pada Desa Sukajaya Lempasing, Padang Cermin, untuk kesekian kalinya terjadi lagi.
            Lagi-lagi pemicunya disebabkan saling klaim, merasa lebih berhak atas akses jalan pintu masuk bagi pengunjung yang akan menuju ke lokasi rekreasi pantai tersebut. Buntutnya, keduanya saling melakukan pemblokiran jalan. Kubu Muktar Sani menutup jalan dengan memasang portal di depan pos pintu masuk ke lokasi pantai. Tidak mau kalah, kubu Haruna, langsung memortal jalan dengan memalangkan truck diatas badan jalan pada persimpangan jalan utama provinsi, yang mengarah jalan masuk menuju ke dua lokasi THR pantai tersebut.
            Dari penelusuran koran ini di lapangan, diketahui penutupan akses jalan itu, sejak berita ini diturunkan telah berjalan hampir satu minggu. Ironisnya, dari hasil konfirmasi yang dilakukan, keduanya sama - sama mengakui merasa merugi akibat tidak ada pengunjung yang masuk, dampak dari ulah mereka itu. "Kalau tidak ditutup paling tidak rata - rata setiap hari puluhan juta uang masuk dari pengunjung dan ratusan juta tiap minggunya," ungkap kedua kubu yang bertikai kepada koran ini, Sabtu, (21/6) lalu.







            Yang menarik lagi, dari ungkapan kedua kubu (Muktar Sani dan Haruna, red) berulangnya peristiwa lantaran ketidaktegasan pihak Uspika dan Pemkab setempat dalam memfasilitasi, mengurai dan mencarikan solusi atas sengketa keduanya, yang dipandang mereka tidak serius bahkan terkesan setengah hati, hingga konflik terbuka keduanya sering berulang.
    Menurut keterangan yang disampaikan oleh Irwan (anak Haruna, red) saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya melakukan penutupan jalan, karena melihat pihak Muktar Sani secara sepihak telah menutup akses jalan pada pos pintu masuk yang menuju ke lokasi pantainya. "Mereka yang memulai duluan, baru kita juga bertindak menutup jalan ini, biar sama - sama rasa," kata Irwan.
            Dikatakannya, pihaknya tidak akan membuka jalan ini, sebelum pihak Mukhtar Sani mencabut portalnya. "Sampai kapan pun kami tidak akan membuka jalan masuk ini, sebelum portal itu dicabut," tandasnya.
            Terpisah, kubu Mukhtar Sani saat disambangi koran ini di lokasi pantai, melalui adiknya,Triya memaparkan, merupakan kewajaran pihaknya melakukan penutupan akses jalan pada pintu masuk arah ke lokasi pantai milik Haruna. "Mereka tidak mau mengikuti aturan yang kita sodorkan, sementara lahan pada jalan pintu masuk pengunjung itu milik kami, itu bisa dibuktikan dengan bukti kepemilikan yang kami pegang, jadi disini kami hanya mempertahankan hak milik kami, itu saja," kata Triya.
            Diumpamakan, sambungnya, ini terjadi pada anda, apakah akan menerima ulah orang, yang dengan seenaknya masuk ke pekarangan rumah milik orang lain, tanpa mau tahu akan keinginan dan aturan yang disampaikan oleh yang punya hak. "Ini kan aneh, orang numpang kok, seperti yang punya hak, gimana ini sangat aneh kan," tukasnya.
            Sementara, Camat Padang Cermin, Firdaus geram mendengar pihaknya dikatakan tidak tegas dalam mengambil sikap, terkait berulangnya konflik yang terjadi pada kedua pengelola rekreasi pantai tersebut. "Kurang tegas seperti apa lagi yang mereka (Muktar Sani, Haruna, red) mau dari kita, Uspika dan Pemkab Pesawaran sesuai kewenangan sudah berulang kali pula berupaya memfasilitasi, memediasi dan mencarikan solusi terbaik menyudahi kemelut yang berulang, dengan pemicu sama itu," ucapnya kesal.
            Sekarang, sambung Camat, seharusnya mereka yang bertikai harus sadar dan memakai hati nuraninya masing – masing, apa yang sudah diperbuat selama belasan tahun mengeruk keuntungan dari bisnis mereka itu, terhadap masyarakat desa dan warga sekitar lokasi pantai. "Coba tanya kontribusi apa yang sudah diperbuat untuk masyarakat disini, jangankan akan memberi CSR untuk kepentingan masyarakat, yang ada hanya selalu memunculkan masalah, debu dan kerusakan jalan, akibat lalu lalangnya kendaraan besar yang melintas dari dan arah lokasi pantai itu," pungkasnya emosi. (Rid)

Baca berita »
Senin, Juni 23, 2014| 0 komentar

Aparat Hukum Terima Setoran Pungli Terminal

Ilustrasi
Tulangbawang, BP
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tulangbawang mengaku jika hasil dari pungutan liar (pungli) yang dilakukan pihaknya di pos Terminal Menggala, sebagian telah disetorkan ke Polisi Militer (PM) Tulangbawang dan Polres Tulangbawang. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Forum Pemuda Lampung Bersatu (Formalab) Budi, bahwa dalam pungli yang dilakukan Dishub Tulangbawang di pos Terminal Menggala tersebut Dishub bekerjasama dengan pihak aparat hukum di Tulangbawang.
Menurut Budi, dalam kerjasama tersebut, Dishub harus memberikan (menyetorkan, red) sejumlah uang hasil pungli di pos Terminal Menggala kepada aparat hukum. "Itu jelas karena berdasarkan pengakuan dari Kepala Pos Terminal Menggala yang merupakan pegawai Dishub Tulangbawang Sodri bahwa mereka setiap minggu dan bulan harus menyetorkan sejumlah uang pungli tersebut ke aparat hukum Tulangbawang," ungkapnya.
Budi menjelaskan, dari hasil pungli tersebut Dishub Tulangbawang harus menyetorkan uang kepada tiga aparat hukum. "Yakni kepada PM Tulangbawang dan Kasat Lantas Polres Tulangbawang, Kanit Lantas Polres Tulangbawang dan Pos Lalu Lintas Polres Tulangbawang," tegasnya.
Yang jelas, tegas Budi, dalam permasalahan pungli ini, pihaknya meminta aparat terkait untuk segera menindak tegas karena dianggap telah melanggar aturan. "Dan ini jelas, karena Sodri sendiri yang sudah mengakuinya kepada saya dan ini sudah jelas menghancurkan nama baik aparat hukum Tulangbawang," tegasnya lagi.
Terpisah, Kepala Pos Terminal Menggala Sodri saat dikonfirmasi mengenai permasalahan tersebut membenarkan bahwa pihaknya bekerjasama dengan aparat hukum Polres Tulangbawang. "Kami memang menyetorkan dana punglinya kepada PM, Kasat Lantas Polres Tulangbawang, Kanit Lantas Polres Tulangbawang, dan Pos Lalu Lintas Tulangbawang sesuai perintah Pak Kadishub," bebernya.
Sementara berdasarkan pantauan Bongkar Post di terminal Menggala, kegiatan penarikan retribusi tetap berjalan, bahkan kegiatan itu belangsung mulai pagi hingga pagi lagi. Artinya, kegiatan ini berjan 1x24 jam, kendati sejumlah ormas dan LSM telah mengkritik kegiatan pungli yang dilakukan oleh pihak Dishub.  (toni)

Baca berita »
Senin, Juni 23, 2014| 0 komentar

Perut Sudah Dibedah, Operasi Tak Berlanjut

  • Pasien Kanker Rahim Keluhkan Pelayanan RSUD Bob Bazar Kalianda


BONGKARPOSTT.COM

ilustrasi
Ini yang namanya tidak professional. Dengan alasan tidak memiliki peralatan yang lengkap, pasien RSUD Bob Bazar Kalianda, Lampung Selatan, Sumiati (40) warga Perumahan Hartono, Kalianda Lampung Selatan, yang perutnya sempat dibedah oleh petugas rumah sakit, tak jadi dioperasi. Wajar saja, Sumiati lantas mengeluhkan pelayanan di rumah sakit tersebut.
Sumiati yang harus melakuklan operasi pengangkatan tumor rahim, hanya dibedah perutnya, tanpa dilanjutkan operasi, lantaran tim medis RSUD Bob Bazar Kalianda mengaku tidak tersedia peralatan untuk operasi tersebu.  “Bagaimana kami tidak menjerit mas. Perut istri saya sudah disayat. Tapi, operasi tidak bisa dilanjutkan dengan alasan tidak memiliki peralatan untuk mengangkat tumor rahim itu,”ujar suami pasien Firli, Jumat lalu.
Namun anehnya, ketika keluarga pasien meminta rujukan ke RSUD Abdoel Moeleok, Bandar Lampung, pihak medis RSUD Bob Bazar Kalianda tidak memperbolehkan, dengan alasan dilakukan penyembuhan terlebih dahulu atas luka sayatan pada perut Sumiati. “istri saya diperbolehkan pulan, tapi saya menolak karena saya minta istri saya langsung dirujuk ke RSUAM Bandarlampung. Tapi, anehnya ditolak oleh pihak RSUD Bob Bazar Kalianda. Istri saya datang kesini kan mau berobat untuk sembuh,” tandasnya.
Terpisah, Direktur RSUD Bob Bazar Kalianda Lampung Selatan, Armen Patria ketika dikonfirmasi  di ruang kerjanya menjelaskan, dari hasil pemeriksaan awal diduga ada tumor rahim dan hasil diagnosa dokter penyakit dalam, pasien (Sumiati) aman untuk dilakukan operasi. Lalu, dilakukan persiapan untuk operasi dan hasil pra operasi pun disimpulkan pasien dapat dilakukan operasi. Artinya, aman untuk dilakukan operasi.
Dijelaskan Armen, ketika dilakukan operasi dengan cara mengiris bagian perut pasien, ada perlengketan dengan usus besar. Maka, ada diagnosa baru, tumor rahim ada perlengketan dengan usus besar. Jika, diteruskan operasi dengan peralatan terbatas akan berdampak pendarahan. “Untuk itu, tim medis yang melakukan operasi menutup kembali irisan (sayatan) pada perut pasien sebagai langkah untuk keamanan. Karena, untuk melanjutkan peralatan medis di RSUD Bob Bazar, Kalianda ini sangat terbatas sekali. Bahkan, alat ICU saja tidak ada. Jadi, operasinya gagal,” jelas dia.
Armen menambahkan, dari hasil diagnosa dokter penyakit dalam sebetulnya apabila tumor rahim masih dapat digoyangkan. Artinya, masih dalam kondisi aman. Sehingga, pasien bisa melakukan berobat jalan.
 “Jika, keluarga pasien menuntut mau dilakukan rujukan ke RSUD Abdoel Moeloek, Bandarlampung dapat dilakukan setelah luka irisan pada bagian perut pasien lebih dahulu sembuh. Kami selaku pihak RSUD Bob Bazar Kalianda tentunya akan memberikan data-data dari hasil diagosa sebelumnya. Selain itu, kami pun bertanggungjawab secara penuh untuk melakukan penyembuhan terhadap luka irisanya kepada pasien tersebut,” tandasnya. (Rdi)

Baca berita »
Senin, Juni 23, 2014| 0 komentar

Pencuri Motor Babak Belur Dihakimi Massa

BONGKARPOSTT.COM
Salah satu dari dua orang pelaku pencuri sepeda motor tertangkap warga dan akhirnya babak belur dihajar massa. Pencuri tersebut mencuri sepeda motor Honda CBR 150, di halaman parkir show room Cak Man, Desa Kali Bening Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara (Lampura),  sekitar pukul 17.00 wib, Senin (23/6).
Pelaku yakni Rojali (20) warga Negri Ratu Kecamatan Pubian Kabupaten  Lampung Tengah (Lamteng), berhasil diamankan jajaran resmob Polres  Lampura, sebelumnya menjadi bulan-bulanan warga yang telah memergoki  pelaku saat melancarkan aksinya. Sementara rekan pelaku berinisial IB,  berhasil kabur dengan membawa sepeda motor milik korban, Andri Maryadi (24) warga Desa Candimas Kecamatan Abung Selatan.Sedangkan sepeda motor  milik pelaku Yamaha Vikson BE 7816 NT disita sebagai barang bukti.
Menurut sumber di lokasi kejadian, saat itu kedua tersangka dari arah  Blambangan berboncengan naik sepeda motor Yamaha Vixion, langsung  berhenti di depan show room milik Cak Man wilayah itu. "Dua pelaku mengendarai  sepeda motor, dan berhenti di depan show room milik Cak Man. Satu diantara dua pelaku berhasil kabur dengan membawa motor hasil curiannya, sementara pelaku lainya ditangkap warga dan sempat digebukin warga," kata salah seorang warga yang enggan identitasnya dikorankan.
Dijelaskannya, meski di halaman banyak sepeda motor parkir, namun suasana saat itu tengah sepi. Tak lama kemudian rekan pelaku IB (buron, red) turun dan mendekati sepeda motor Honda CBR 150 milik korban, yang diparkir di depan show room. "Ketika para pelaku beraksi, hanya hitungan menit sepada motor  berhasil dihidupkan dan selanjutnya dibawa kabur," kata dia seraya  mengatakan besar kemungkinan pelaku mengunakan kunci liter T.
Sementara Rojali (pelaku, red) kepergok oleh pemilik show room dan tidak  sempat melarikan diri, dikarenakan sepeda motor pelaku sempat terjatuh dan cakhirnya pelaku dihakimi massa yang geram terhadap ulah pelaku tersebut.
Kapolres Lampura AKBP Helmy Santika melalui Kanit Resmob Polres Lampura  Ibda Andri membenarkan adanya penangkapan pelaku pencurian sepeda  motor. "Pelaku diamankan lantaran tertangkap tangan mencuri sepeda motor dengan rekannya. Namun satu pelaku berinisial IB, berhasil kabur dengan membawa sepeda milik korban itu," ujarnya, kemarin.
Pihaknya juga membenarkan, bahwa pelaku sempat menjadi bulan-bulanan massa dan akhirnya diamankan anggotanya. "Pelaku berikut barang bukti satu unit sepada motor Yamaha Vixion BE 7816 NT, saat ini telah diamankan di Mapolres Lampura, guna pemeriksaan dan proses hukum selanjutnya. Sementara satu pelaku yang berhasil kabur, masih dalam pengejaran anggota  polisi," kata dia seraya mengatakan, identitas pelaku yang telah ditetapkan menjadi DPO sudah berhasil dikantongi dan dalam pengejaran. (sol/nal)

Baca berita »
Senin, Juni 23, 2014| 0 komentar