Tampilkan postingan dengan label Pesawaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesawaran. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 September 2014

Pegawai Honor Disbunhut Pesawaran Jadi Pelaku Spesialis Curanmor

Pesawaran, BP
 Jajaran Kepolisian Polsek Padangcermin, Minggu (14/9) sekitar pukul 01.30 Wib, menggerebek rumah dua orang warga Desa Way Urang, Padang Cermin, yang masih bersaudara, berinisial Hsi dan Iyd. Diduga, keduanya adalah pelaku spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Dan yang mengejutkan, dari hasil penelusuran dan informasi yang didapat Bongkar Post di lapangan, identitas kedua tersangka yang kini buron itu, adalah pegawai honorer yang bekerja pada Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) Kabupaten Pesawaran. Keduanya bertugas sebagai tenaga Pamswakarsa, yang diperbantukan pada Satuan Polisi Kehutanan (Polhut) dengan tugas memantau dan mengamankan hutan kawasan yang ada di Kecamatan Padang Cermin.
Sayangnya, saat penggerebekan, kedua tersangka berhasil meloloskan diri, dengan cara melompat melalui jendela rumah. Hingga kini keduanya menjadi DPO kepolisian.
 Dari rumah tersangka, didapat barang bukti berupa empat unit sepeda motor berbagai jenis dan merek, yang diduga merupakan hasil kejahatan, yakni 1 unit motor Kawasaki Ninja, 1 unit motor Yamaha RX King, 1 unit motor Honda Beat, dan 1 unit motor Honda Revo. Keempat motor tersebut sementara ini telah diamankan oleh aparat Polsek Padangcermin.
         Menurut Kapolsek Padangcermin AKP D Antoni, melalui Kasat Reskrimnya Bripka Sanri Silalahi, saat dihubungi Kamis (18/9) membenarkan adanya penggerebekan tersebut. Penggerebakan dilakukan atas dasar laporan korban yang masuk ke Mapolsek setempat.
“Setelah dilakukan BAP di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di wilayah Tanggamus, kita lakukan penggerebekan pada rumah yang diduga sebagai tersangka. Sayangnya pelaku berhasil meloloskan diri," jelas Sanri.
Dari rumah diduga tersangka, sambungnya, telah diamankan sejumlah sepeda motor yang diduga merupakan hasil kejahatan. "Kita telah amankan beberapa unit sepeda motor berbagai merek dan jenis sebagai barang bukti," jelasnya.
         Karena TKP - nya di luar wilayah kerja pihaknya, masuk wilayah Kabupaten Tanggamus, untuk itu kasus dan barang bukti yang berhasil diamankan akan diserahkan pada pihak Kepolisian Tanggamus.    
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Pesawaran, Sayuti, saat dikonfirmasi menyangkal kalau dirinya mengetahui adanya peristiwa curanmor yang diduga dilakukan oleh pegawainya itu. "Saya belum tahu dan belum menerima laporan tentang curanmor, apalagi yang melibatkan pegawai saya," katanya.    
Tapi saat disinggung nama kedua tersangka, Sayuti mengakui bahwa keduanya memang bekerja pada dinasnya. "Kalau nama kedua orang itu tersangkanya, memang mereka terdaftar sebagai petugas kita," akunya.
         Dijelaskannya, kalaupun benar pelakunya merupakan oknum pegawainya, pastinya akan ada resiko dari tindakannya itu yang menjadi resiko pribadi yang bersangkutan. Dan, menjadi kewenangan aparat kepolisian pula untuk segera menangkap. "Kalau tertangkap nanti dan benar tersangkanya pegawai kita, saat itu juga langsung saya buatkan surat pemecatannya," janji Sayuti.

Menurut Sayuti, untuk apa dipertahankan orang yang telah mencemarkan dan mencoreng nama institusinya bekerja. "Ya, satu-satunya jalan menurut saya, langsung diberhentikan saja, gak pake lama," tegasnya. (rid)

Baca berita »
Kamis, September 18, 2014| 0 komentar

Selasa, 09 September 2014

Pedagang Pasar Baru Kedondong Keluhkan Mahalnya Biaya Rehab Los

BONGKARPOSTT.COM
    Puluhan pedagang sayur di Pasar Baru, Kecamatan Kedondong, Selasa (9/9) mengeluhkan soal biaya rehab los tempat berdagang, yang dinilai sangat mahal, tidak sebanding dengan kwalitas yang diharapkan. Hal itu terungkap, setelah  para pedagang menggelar pertemuan di rumah Ketua DPD APPSI (Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia) Kabupaten Pesawaran.
"Para pedagang ini menyampaikan aspirasi mereka ke kita. Beberapa permintaan mereka diantaranya kalau bisa biaya perehaban los tempat mereka berdagang sayur harganya lebih ringan, penataan losnya harus rapih sehingga para pedagang dan pembeli nyaman. Karena penataan yang sekarang ini semakin sempit. Selain itu kualitasnya agar lebih baik. Rencananya habis rapat ini kita mau nemui pihak UPT," ungkap Ketua DPD APPSI, Novrizal, kemarin.
      Dikatakannya, pada dasarnya para pedagang sayur di pasar tersebut merespon baik rencana perehaban los tersebut. Tetapi, realisasinya di lapangan tidak sesuai dengan janji. Bahkan jalan di pasar sekarang menjadi sempit hanya mencapai lebar kurang lebih 80 cm dari sebelumnya 1,5 m. "Sekarang sudah satu lajur atau 20 los yang sudah dibongkar pada Sabtu (6/9) malam Minggu lalu. Kalau sebelum dibongkar, satu lajur ada 12 los, sekarang 20 los, jadi semakin sempit. Sehingga teman-teman pedagang ini meminta kebijakan dari pemerintah melalui dinas terkait soal perehaban ini," jelasnya. 
    Nasiroh salah satu pedagang sayuran mengatakan setidaknya ada 30 pedagang yang sudah menyerahkan uang muka dengan pihak pengelola pasar. Dimana rata-rata uang yang telah disetor untuk biaya rehab tersebut mencapai Rp500 ribu. "Sejauh ini dari dinas belum ada pemberitahuan sebelumnya, artinya mereka mengumpulkan pedagang untuk rapat dan bermusyarawarah. Hanya, dari petugas UPT pasar bilang, segera setor uang untuk biaya rehab. Ya, kalau Rp1,5 juta kami merasa keberatan. Saya sendiri  sudah ngasih uang muka Rp1,3 juta Tetapi rata-rata mereka sudah ada yang kasih DP sebesar Rp500 ribu. Kami berharap kalau bisa biayanya dikurangi, syukur-syukur kalau biaya perehaban ini sama dengan pembangunan pertama sebesar Rp500 ribu," harapnya.
      Darmi pedagang sayuran lainnya menambahkan, sebelum masuk bulan puasa lalu, ada salah satu petugas UPT yang datang ke los memberitahukan soal rencana perehaban tersebut. "Memang waktu itu, sebalum puasa petugas dari pasar yang datang ke los. Katanya kalau mau lebih jelas datang ke kantor UPT. Rata-rata para pedagang sudah setor uang muka, mas.  Intinya kami para pedagang dengan dana untuk perehaban sebesar Rp1,5 juta itu kami merasa keberatan," keluhnya
        Sementara, petugas penataan dan kebersihan dari Dinas Pasar mengatakan, perehaban pasar bagi para pedagang sayur yang berjumlah 35 los tersebut akan ditambah menjadi 48 los. Dimana satu lajur terdiri dari 20 los dengan masing-masing ukuran los 1,5 x 1,5 meter. Sedangkan jalan diantara masing-masing los mencapai 1,5 meter.  "Tentunya kami dari Dinas Pasar akan mengayomi kepentingan para pedagang. Soal perehaban ini, saya rasa sudah musyawarah, saya hanya bertugas melaksanakan saja," ujarnya.
      Terpisah, Kepala Dinas Pasar Kebersihan dan Pertamanan (DPKP) Pesawaran Sutarno Ngegedek, akan memanggil Kepala UPTD Pasar Kedondong. Hal ini guna mengetahui permasalahan sebenarnya yang terjadi di lapangan.  "Nanti Kamis (11/9) kita panggil kepala UPT-nya, saya juga belum mengetahui adanya persoalan itu," singkatnya. (Rid)

Baca berita »
Selasa, September 09, 2014| 0 komentar

Minggu, 07 September 2014

Randis Kadis PU Ditembak ?

BONGKARPOSTT.COM
Kabar tentang adanya penembakan yang dilakukan orang tak dikenal, terhadap kendaraan yang diduga dipakai oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pesawaran, Lukmansyah, terjadi di Bandar Lampung, Sabtu (6/9) sekitar pukul 11.00 Wib, sempat mengejutkan. 
Namun, hingga berita ini diturunkan belum diketahui pasti apakah kendaraan yang diduga milik Kadis PU Pesawaran itu, kendaraan pribadi atau kendaraan dinas (randis). Dan apakah posisi mobil dalam keadaan berjalan atau berhenti, juga tentang ada tidaknya Kadis di dalam mobil naas itu. Begitupun dengan motif penembakan, hingga saat ini belum diketahui pasti motif penembak misterius tersebut.
          Berdasarkan keterangan sumber, pihaknya memastikan jika kendaraan yang ditembak itu milik Kadis PU Pesawaran. "Kejadiannya begitu cepat, sulit memprediksinya, kasus sepertinya langsung ditangani bagian kriminal khusus (krimsus) Polda, kalau mau lebih jelasnya hubungi saja anggota Krimsus," ujar sumber itu.
        Terpisah, Kabid Bina Marga PU Pesawaran, Zaenal Fikri membenarkan, jika pihaknya telah mendapat berita soal penembakan kendaraan Kadis PU. Sayangnya, Fikri belum dapat menjelaskan, jenis kendaraan yang diduga ditembak tersebut.     Termasuk, pihaknya juga belum mengetahui motif penembakan serta keadaan Kadisnya. "Saya sendiri baru mendapat sebatas informasi. Jadi saya belum dapat memberikan keterangan, karena saya ingin menghubungi pak Kadis gak enak," jelas Fikri dihubungi melalui via ponsel.   
Sementara, Kadis PU Pesawaran, Lukmansyah, belum bisa dimintai keterangan. Pasalnya, dihubungi berkali-kali, ponselnya tidak aktif.
        Dari informasi dan pembicaraan hangat di Pesawaran, peristiwa itu benar terjadi. Banyak yang menduga motifnya pasti  terkait masalah proyek yang ditangani Dinas PU setempat. Sebagian lagi menduga, peristiwa itu terkait dengan mencuatnya rencana rolling terhadap Kadis. (rid)

 Baca Juga :

Polda Selidiki Motif Penembakan Mobil Kadis PU

Baca berita »
Minggu, September 07, 2014| 0 komentar

Wali Murid Tuntut Kepsek SMPN Taman Sari, Gedongtaan Mundur


 

BONGKARPOSTT.COM
        Ratusan wali murid bersama Komite Sekolah SMPN Taman Sari, Gedongtaan, Pesawaran, Jumat (5/9), sekitar pukul 10.30 Wib, mendatangi sekolah tersebut. Mereka menuntut agar Kepala Sekolah, Suhermiati segera hengkang dari sekolah tersebut. Suhermiati, dinilai arogan dan tidak transparan dalam pengelolaan dana BOS, BSM, serta  anggaran pada pelaksanaan proyek DAK 2014, tanpa melibatkan pihak Komite Sekolah. 
        Aksi sempat memanas, tatkala para pendemo yang merangsek ingin masuk ke areal sekolah, saling dorong dengan penjaga sekolah, yang berupaya menahan agar pendemo tidak sampai menerobos pintu pagar sekolah. Akibatnya, penjaga sekolah nyaris dihakimi massa, yang mulai tersulut emosinya.
        Kedatangan para pendemo yang tiba-tiba pada jam belajar itu, sontak mengundang para siswa yang langsung berhamburan keluar dari ruang belajar, menyaksikan kerumunan para orang tua mereka yang datang bergerombol menyatroni sekolah.
        Tidak itu saja, kedatangan para pendemo dibarengi juga dengan kehadiran sejumlah anggota DPRD Pesawaran, yang baru dilantik, diantaranya dari Paisaludin, Yudianto, dan Saipudin dari Partai Amanat Nasional (PAN), dan Agus Purnomo dari Partai Nasdem.
        Salah satu anggota Komite Sekolah setempat, Supriyadi, di sela-sela aksinya kepada sejumlah awak media memaparkan, pihaknya bersama wali murid menuntut agar Kepala Sekolah segera dicopot, karena selama dua tahun memimpin tidak pernah melibatkan komite, dan tidak transparan, bahkan cenderung "kocok bekem" dalam pengelolaan dana BOS, BSM dan anggaran lainnya. "Tidak ada pilihan lagi bagi kami, guna kelancaran dan kesinambungan pendidikan ke depan, kepsek harus keluar dari sekolah ini," tuntut para pendemo.
        Bahkan, Kepsek dimata para walimurid tersebut telah bertindak keterlaluan dengan ulahnya selama memimpin, yakni tidak menyerahkan cap stempel komite, kepada yang berhak. "Masa’ stempel komite sekolah selama ini kepsek yang pegang, ini kan aneh," ujarnya.
 Juga dalam pengerjaan proyek sekolah, sambung dia, selalu suami kepsek yang  mengerjakan. “Benar gak cara ini," tandasnya dengan emosi.
        Suhermiati sendiri, saat dimintakan komentar terkait tuntutan pencopotan dirinya, hanya pasrah dan menyerahkan sepenuhnya kepada kebijakan pimpinan Dinas Pendidikan setempat. “Saya sih pasrah aja mas, terserah maunya pimpinan saya aja, apalagi hanya soal jabatan," ucapnya enteng.
        Disinggung adanya indikasi penyimpangan yang disangkakan komite kepadanya, Suhermiati langsung membantahnya. Bahkan, dia balik menuding pihak komite sendiri yang melakukannya. "Apa tidak salah, setahu saya pihak komite sendiri yang melakukan penyimpangan, makanya saya sudah tidak percaya lagi," jawabnya.
        Terkait suaminya terlibat dalam pengerjaan proyek sekolah, ia mengakuinya. "Bagaimana tidak, habis ketika saya serahkan pengerjaannya pada komite, mereka tidak sanggup, jadi siapa yang salah disini," akunya membela diri.
        Terpisah, mewakili anggota DPRD setempat, Paisaludin, mengatakan akan merekomendasikan kepada pihak Pemkab terkait, untuk mencopot kepsek tersebut. Tidak itu saja, pihaknya juga akan berusaha memanggil Disdikbud untuk hearing terkait masalah tersebut. "Kita lebih mengutamakan kepentingan masyarakat banyak dan kelancaran kegiatan pendidikan ke depan, kalau lebih baik kepsek dicopot, kenapa tidak," pungkasnya.
        Ironisnya, dari aksi massa yang terjadi di sekolah itu, tidak ada pihak Disdikbud Pesawaran yang datang ke sekolah. Pihak Disdik seolah tutup mata, bahkan menganggap sepele atas keberadaan sejumlah wakil rakyat, yang ikut berupaya mendinginkan suasana, mencari solusi terbaik.
Pada saat perundingan antara walimurid dan pihak sekolah, tidak tampak satupun pihak Disdik. Alhasil, perundingan malah berujung deadlock.
Saat perundingan berlangsung, dihadiri beberapa orang anggota DPRD setempat, Kepsek SMPN Gedongtataan, Hasbi (Kepsek SMPN 2), Harun (Kepsek SMPN 1), Temon (ketua komite), Supriyadi Camat Gedongtataan, M. Iqbal Kades Taman Sari, Henri Dunan dan AKP Danci (Kapolsek Gedongtataan). (rid)


Baca berita »
Minggu, September 07, 2014| 0 komentar

Realisasi PBB Pesawaran “Bak Panggang Jauh Dari Api”

BONGKARPOSTT.COM
Ibarat pepatah “bak panggang jauh dari api”, kalimat inilah yang tepat menggambarkan kondisi realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pesawaran tahun 2014 ini. Khususnya, dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), yang hingga triwulan ke tiga baru mencapai 21,22 persen atau sekitar Rp394 juta, dari target Rp1,9 miliar.
Realisasi PBB tahun ini, membuat Bupati Pesawaran Aries Sandi Darma Putera tampak gerah. Ia pun langsung mengintruksikan kepada satuan kerja (satker) terkait untuk segera berkoordinasi dengan seluruh camat dan kepala desa (kades), dalam mensiasati, meningkatkan dan menggenjot realisasi pencapaian target pemungutan pajak dari sektor tersebut. Hal tersebut terungkap pada saat rapat koordinasi (rakor) di jajaran pemerintah kabupaten setempat, yang dipusatkan di aula kantor bupati.
Dan untuk menggenjot realisasi pendapatan tersebut, pihak pemda rencananya akan menerapkan aturan dalam mengurus dokumen yakni harus melampirkan bukti lunas PBB. "Melalui rapat koordinasi ini, saya minta kepada seluruh satker agar ekstra khusus dalam menyikapi kondisi hasil pendapatan. Dimana, realisasi pendapatan PBB masih jauh dari yang ditargetkan. Sesuai intruksi Bapak Bupati," kata Sekretaris Kabupaten Pesawaran, Hendarma.
Dia meminta, agar satker terkait, untuk berupaya optimal dalam mendorong dan meningkatkan realisasi PBB. Apa yang menjadi kendala, terlebih di lapangan, harus segera diselesaikan. "Salah satunya mungkin kita akan memperketat dalam setiap pengurusan dokumen agar melampirkan bukti lunas PBB," tandas Hendarma.
Selain itu, lanjut mantan Kepala Inspektorat ini, Pemerintah Kabupaten Pesawaran juga akan menurunkan tim terpadu untuk melihat kewajiban – kewajiban pihak pengusaha, baik menengah atau kecil. Dimana, tim terpadu yang akan dipimpinnya, yang terdiri dari para asisten, Dispenda, Dinas Pertambangan, Kantor Perizinan, Pol PP, Dinas Perhubungan, dan semua SKPD yang memiliki potensi dapat menarik PAD. "Karena salah satu pendapatan kita dari perizinan. Kalau tim terpadu sudah terbentuk melalui SK Bupati, saat ini kita tengah menyusun jadwal rencana turun ke lapangan, selain menginventarisir seluruh perusahaan -perusahaan yang ada di wilayah ini, sekaligus akan kita lihat semua kewajiban mereka," imbuhnya.
   Ditambahkan, Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Kabupaten Pesawaran, Vierdaizy, bahwa dalam rakor tersebut juga dimaksudkan untuk mengevaluasi dan berkoordinasi berbagai permasalahan dan kendala yang dihadapi satker dalam melaksanakan program - program pemerintahan setempat. "Selain itu, Bapak Bupati juga menghimbau untuk meningkatkan kedisiplinan pegawai yang saat ini sudah baik. Nah, terhadap masalah-masalah atau kendala itu, akan dievaluasi nantinya pada rakor berikutnya. Sudah sejauh mana satker telah menyelesaikan kendala tersebut. Bapak Bupati juga mengharapkan agar kasatker hadir langsung pada rakor tanpa diwakili oleh jajaran dibawahnya," pungkas Vierdaizi. (rid)

Baca berita »
Minggu, September 07, 2014| 0 komentar

Selasa, 24 Juni 2014

Aries Sandi Minta Pemberitaan Yang Positif

Pesawaran, BP
         Pemerintah Kabupaten Pesawaran, melalui Dinas Informasi dan Komunikasi kabupaten setempat menggelar Serasehan bersama sejumlah insan pers, baik media cetak maupun elektronik yang bertugas di lingkup Pemkab Pesawaran. Serasehan yang bertemakan “Sinergitas Pemkab dan Pers Dalam Meningkatkan Akselerasi Pembangunan Daerah” dihadiri langsung oleh Bupati Pesawaran Aries Sandi Darma Putra, Sekda Hendarma, Koordinator Tenaga Ahli Abdurrachman Sarbini (Mance) dan sejumlah Kasatker Pemkab setempat, di Aula GSG Pesawaran, Selasa (24/6).
    Sayangnya, agenda Serasehan bersama semua wartawan di Pesawaran itu diwarnai insiden lantaran salah seorang narasumber dari PWI Lampung, Iskandar meminta kepada Bupati dan para petinggi Pemkab setempat untuk menolak kehadiran wartawan yang tidak dapat menunjukan bukti kompetensinya selaku jurnalis. "Pokoknya kalau wartawan yang ingin wawancara atau konfirmasi, tidak memiliki bukti kompetensi yang dikeluarkan oleh Dewan Pers, wajib ditolak," tegasnya.
         Suasana pun kian memanas saat Iskandar juga melontarkan kata - kata yang akan menangkap wartawan yang terbukti “main proyek". “Kalau ketahuan dan terbukti oleh saya, wartawan main proyek, saya tidak akan segan menangkapnya," ujarnya.
         Karuan saja, akibat pernyatannya itu, sejumlah wartawan sempat terpancing emosinya. Bahkan, salah satu wartawan yang hadir, sempat menantang Iskandar untuk membuktikan omongannya itu. "Kalau saya bisa membuktikan jika wartawan tersebut main proyek, sanggup tidak anda menangkapnya," tantang salah satu wartawan di acara tersebut.
          Sejumlah insan pers setempat juga menyayangkan acara yang dinilainya sudah menyimpang dan keluar dari topik tujuan. "Sangat disayangkan acara yang telah dikemas begitu baik guna meningkatkan sinergi antara pemerintah dan pers, harus ternoda karena ulahnya (Iskandar, red)," sesal sejumlah wartawan.
         Sementara, Bupati Pesawaran Aries Sandi meminta kepada seluruh wartawan, baik media elektronik maupun cetak yang bertugas di wilayah Pesawaran, dapat bersinergi dan bekerja sama dengan pihak Pemkab dalam memajukan kabupaten dengan memberikan kontribusi pemberitaan yang positif. "Saya minta kepada seluruh media yang ada agar dapat bersama - sama memajukan kabupaten ini, karena apabila dari pemberitaan yang ada saja itu tidak baik, maka berdampak pada kemajuan kabupaten ini, contohnya bila yang bermunculan di media yang ada itu selalu berita yang negatif, kita tidak bakal mendapatkan bantuan dari pusat, karena dianggap gagal," ungkap Bupati berpesan. (Rid)

Baca berita »
Selasa, Juni 24, 2014| 0 komentar